Top

Dilema Peran Kaum Perempuan Pasca-Jawa

Monday, 14 January 2008 | 362 pembaca | 38 komentar
Kategori: Budaya, Opini, Refleksi, Tradisi

Entah, tiba-tiba saja saya tertarik berbicara mengenai dunia kaum perempuan, khususnya perempuan Jawa. Bukan sok sentimentil. Jujur saja, perempuan itu sosok universal yang selalu menarik diperbincangkan kapan dan di mana pun. *Halah* Lebih-lebih setelah banyak kaum perempuan yang terjun ke sektor publik. Muncul opini, kaum feminis berupaya melakukan pembebasan “mitos” kaum hawa yang bertahun-tahun lamanya merasa terpenjara akibat kultur patriarkhi yang demikian kuat mengakar di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Yup, peran perempuan Jawa pada masa lalu, konon diyakini hanya sebatas lingkup dapur (memasak), sumur (mencuci), dan kasur (melayani suami). Bahkan, ada yang lebih ekstrem menyatakan peran kaum perempuan Jawa seperti adagium:... (Baca lanjutannya!)

Kembali Ke Sekolah

Sunday, 13 January 2008 | 33 pembaca | 40 komentar
Kategori: Opini

Setelah dua minggu lamanya menghirup udara bebas di luar tembok sekolah menikmati masa liburan semester I, Senin, 14 Januari 2008, saya harus kembali ke sekolah. Selama liburan itu, jujur saja, hehehehe saya jarang menjamah tugas-tugas administrasi sebagai seorang guru, seperti silabus, RPP, media pembelajaran, atau tugas-tugas yang lain. Waktu yang ada lebih banyak saya gunakan untuk menjalin komunitas secara intens, baik di dunia maya maupun di tengah-tengah masyarakat. Sesekali terlintas wajah murid-murid saya, anak-anak bangsa yang tak lama lagi akan memasuki masa adolesensia, yang konon sering dihinggapi sikap ambigu karena munculnya sebuah perubahan, baik secara fisik maupun psikis. *Halah, sok tahu! Mohon dikoreksi kalau salah * Mudah-mudahan... (Baca lanjutannya!)