Top

Menjadi Shi Fu

Tuesday, 22 January 2008 | 90 pembaca | 26 komentar
Kategori: Budaya, Opini, Refleksi, Tradisi

Ketika iseng membaca sebuah artikel, tiba-tiba saya tertarik pada pepatah klasik Cina: “Yi ri wei shi, zhong sheng wei fu” (sehari menjadi guru, seumur hidup menjadi orang tua). *Maaf kalau salah ejaan dan artinya. * Jujur saja, saya shock ketika berusaha memahami makna idiom ini. Benar-benar menohok ulu hati saya yang selama ini telanjur mengagung-agungkan guru sebagai sebuah profesi. Padahal, sejatinya guru bukanlah sebuah profesi, melainkan status. Loh! Bukankah pemerintah baru saja meluncurkan UU Guru dan Dosen yang jelas-jelas menahbiskan guru sebagai profesi yang selama ini dinilai telah terpinggirkan? Bukankah dengan menaikkan derajat guru menjadi sebuah profesi akan menjanjikan kesejahteraan yang lebih baik sehingga para... (Baca lanjutannya!)

Perlukah Pengarang Melakukan “Pemberontakan”?

Monday, 21 January 2008 | 119 pembaca | 21 komentar
Kategori: Bahasa, Budaya, Opini, Refleksi, Sastra

Pertanyaan yang tersirat dalam judul tulisan ini seringkali mengusik kegelisahan penulis atau calon penulis yang tengah memburu jatidiri. Dalam sebuah obrolan, banyak teman yang –entah sebagai pernyataan sikap minder atau rendah hati– bilang bahwa mereka tak punya bakat menulis. *Halah* Seperti biasanya, saya selalu “alergi” setiap kali mendengar pernyataan semacam itu. Banyak orang yang demikian “mendewakan” bakat dalam dunia kepenulisan. Padahal, sebenarnya nonsense saja. Siapakah sebenarnya yang tahu bakat seseorang? Bukankah bakat itu baru bisa dikenali setelah seseorang mampu melahirkan karya-karya hebat? “Triyanto Triwikromo, Gus Tf. Sakai, atau Ayu Utami memang berbakat besar sebagai seorang... (Baca lanjutannya!)