<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Hilangnya &#8220;Aura&#8221; Kesenian Kota Semarang</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 08:00:51 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Hotel murah di Semarang</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/comment-page-4/#comment-73798</link>
		<dc:creator>Hotel murah di Semarang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 19:19:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/#comment-73798</guid>
		<description>semarang kotanya cuek bebek hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semarang kotanya cuek bebek hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nisya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/comment-page-4/#comment-2049</link>
		<dc:creator>Nisya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 10:31:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/#comment-2049</guid>
		<description>kalo ga salah bapak kan asli Kendal, tolong beri ulasan tentang Kendal donk pak, terutama weleri. cuz sebentar lagi ada seseorang yang akan bekerja di sana.  :oops:

&lt;em&gt;Nisya&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://karun99oni.wordpress.com/2008/01/24/suatu-pembacaan-ulang-mengenai-arti-bunuh-diri-di-jepang/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;SUATU PEMBACAAN ULANG MENGENAI ARTI BUNUH DIRI DI JEPANG&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

oOo
walah, saya bukan asli kendal, bu nisya, hiks. lupa, yak? tapi kalo weleri tahu dikit2, hiks. BTW, seseorang yang akan bekerja di weleri tuh sapa? temen bu nisya kah? saya siap jadi pemandunya, bu!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo ga salah bapak kan asli <a title="Kendal" href="http://sawali.info/tag/kendal/">Kendal</a>, tolong beri ulasan tentang <a title="Kendal" href="http://sawali.info/tag/kendal/">Kendal</a> donk pak, terutama weleri. cuz sebentar lagi ada seseorang yang akan bekerja di sana.  <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Nisya&#8217;s last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href='http://karun99oni.wordpress.com/2008/01/24/suatu-pembacaan-ulang-mengenai-arti-bunuh-diri-di-jepang/' rel="nofollow">SUATU PEMBACAAN ULANG MENGENAI ARTI BUNUH DIRI DI JEPANG</a></em></p>
<p>oOo<br />
walah, saya bukan asli <a title="kendal" href="http://sawali.info/tag/kendal/">kendal</a>, bu nisya, hiks. lupa, yak? tapi kalo weleri tahu dikit2, hiks. BTW, seseorang yang akan bekerja di weleri tuh sapa? temen bu nisya kah? saya siap jadi pemandunya, bu!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nisya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/comment-page-3/#comment-2048</link>
		<dc:creator>Nisya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 10:23:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/#comment-2048</guid>
		<description>permasalahanya ada pada penikmat seni. di negara ini banyak orang yang melupakan seni budaya bangsa NKRI, mereka banyak meniru seni bangsa asing. padahal bangsa asing banyak yang ingin atau telah mematenkan budaya asli NKRI :roll:

&lt;em&gt;Nisya&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://karun99oni.wordpress.com/2008/01/24/suatu-pembacaan-ulang-mengenai-arti-bunuh-diri-di-jepang/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;SUATU PEMBACAAN ULANG MENGENAI ARTI BUNUH DIRI DI JEPANG&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>permasalahanya ada pada penikmat seni. di negara ini banyak orang yang melupakan seni <a title="budaya" href="http://sawali.info/category/budaya/">budaya</a> bangsa NKRI, mereka banyak meniru seni bangsa asing. padahal bangsa asing banyak yang ingin atau telah mematenkan <a title="budaya" href="http://sawali.info/category/budaya/">budaya</a> asli NKRI <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Nisya&#8217;s last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href='http://karun99oni.wordpress.com/2008/01/24/suatu-pembacaan-ulang-mengenai-arti-bunuh-diri-di-jepang/' rel="nofollow">SUATU PEMBACAAN ULANG MENGENAI ARTI BUNUH DIRI DI JEPANG</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anakrimba</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/comment-page-3/#comment-1873</link>
		<dc:creator>anakrimba</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 05:00:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/#comment-1873</guid>
		<description>Itulah pak sawali. Mending klo keuntungannya dipake bareng-bareng, eh malah dinikmatin orang-orang tertentu dan itu-itu aja.
Gk usah masa depan pak sawali, sekarang aja mau dimana coba ngeliat pentas kesenian gitu, sudah gk laku pak. Lebih banyak yang nongkrong di mall daripada ke museum, kuno, kuno,    :twisted: 
Sekarang kita (baca: rakyat kecil) mau protes, mau protes dimana, orang wakil rakyatnya aja dah menutup mata.
Di surabaya gk sedikit kejadian warga mempertahankan akhirnya kalah juga, yai iya lah kalah, orang emang dah bener di jualin kok asetnya, jadi mau ngomong gimana juga ya kalah aja,  :mrgreen:

&lt;em&gt;anakrimba&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://anakrimba.wordpress.com/2008/01/29/kampus-kampus-jangan-gila/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kampus, Kampus, Jangan Gila&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

oOo
walah, itulah yang jadi persoalan, mas. para pekerja seni selama ini hampir tak dilirik oleh para pengambil kebijakan sehingga mau pentas saja ndak pernah dapat tempat. jika perlu tempat2 berkesenian digusur, lantas disulap jadi supermall. wah, ironis. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Itulah pak sawali. Mending klo keuntungannya dipake bareng-bareng, eh malah dinikmatin orang-orang tertentu dan itu-itu aja.<br />
Gk usah masa depan pak sawali, sekarang aja mau dimana coba ngeliat pentas <a title="kesenian" href="http://sawali.info/tag/kesenian/">kesenian</a> gitu, sudah gk laku pak. Lebih banyak yang nongkrong di mall daripada ke museum, kuno, kuno,    <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /><br />
Sekarang kita (baca: <a title="rakyat" href="http://sawali.info/tag/rakyat/">rakyat</a> kecil) mau protes, mau protes dimana, orang wakil rakyatnya aja dah menutup mata.<br />
Di surabaya gk sedikit kejadian warga mempertahankan akhirnya kalah juga, yai iya lah kalah, orang emang dah bener di jualin kok asetnya, jadi mau ngomong gimana juga ya kalah aja,  <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>anakrimba&#8217;s last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href='http://anakrimba.wordpress.com/2008/01/29/kampus-kampus-jangan-gila/' rel="nofollow">Kampus, Kampus, Jangan Gila</a></em></p>
<p>oOo<br />
walah, itulah yang jadi persoalan, mas. para pekerja seni selama ini hampir tak dilirik oleh para pengambil kebijakan sehingga mau pentas saja ndak pernah dapat tempat. jika perlu tempat2 berkesenian digusur, lantas disulap jadi supermall. wah, ironis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anakrimba</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/comment-page-3/#comment-1862</link>
		<dc:creator>anakrimba</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 14:08:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/#comment-1862</guid>
		<description>Gk cuman di semarang pak guru gedung-gedun historis gitu pada di jualin, alasannya klasik, demi PAD, tapi ya itu, benernya gk ternilai nilai historis tempat itu.
Jaman sekarang asal bisa menghasilkan uang, apa aja dijual pak, 

*Menunggu kesadaran para petinggi*  :(

&lt;em&gt;anakrimba&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://anakrimba.wordpress.com/2008/01/29/kampus-kampus-jangan-gila/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kampus, Kampus, Jangan Gila&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

oOo
wah, repot juga ya Unda kalo situs-situs bersejarah dijual demi mencari keuntungan sekelompok orang. Bisa jadi anak-anak masa depan negeri ini ndak bisa menyaksikan lagi peninggalan2 sejarah bangsanya sendiri. Takluk oleh kibaran bendera materialisme, konsumtivisme, dan hedonisme.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gk cuman di semarang pak <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> gedung-gedun historis gitu pada di jualin, alasannya klasik, demi PAD, tapi ya itu, benernya gk ternilai nilai historis tempat itu.<br />
Jaman sekarang asal bisa menghasilkan uang, apa aja dijual pak, </p>
<p>*Menunggu kesadaran para petinggi*  <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>anakrimba&#8217;s last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href='http://anakrimba.wordpress.com/2008/01/29/kampus-kampus-jangan-gila/' rel="nofollow">Kampus, Kampus, Jangan Gila</a></em></p>
<p>oOo<br />
wah, repot juga ya Unda kalo situs-situs bersejarah dijual demi mencari keuntungan sekelompok orang. Bisa jadi anak-anak masa depan negeri ini ndak bisa menyaksikan lagi peninggalan2 <a title="sejarah" href="http://sawali.info/tag/sejarah/">sejarah</a> bangsanya sendiri. Takluk oleh kibaran bendera <a title="materialisme" href="http://sawali.info/tag/materialisme/">materialisme</a>, <a title="konsumtivisme" href="http://sawali.info/tag/konsumtivisme/">konsumtivisme</a>, dan <a title="hedonisme" href="http://sawali.info/tag/hedonisme/">hedonisme</a>.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Togar Silaban</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/comment-page-3/#comment-1828</link>
		<dc:creator>Togar Silaban</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 04:28:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/#comment-1828</guid>
		<description>Sebenarnya ada contoh yang sulit ditiru oleh Indonesia, yaitu Singapura.
Di awalnya Singapura, memacu ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan. Lee Kwan Yu, sang diktator membuat Singapura menjadi bersih dan ramah lingkungan. Ia menjalankan program perbaikan lingkungan dengan tangan besi. Begitu juga program pembangunan ekonominya juga dipacu dengan cara yang hampir sama. 

Sekarang, Singapura mempromosikan dirinya menjadi pusat seni dan budaya Asia, setelah ekonominya maju pesat. Singapura mau menjadi kota seni kelas dunia.

Tapi sangat sulit membandingkan diktator Singapura dengan diktator Indonesia. Diktator Singapura meninggalkan warisan yang baik, sedangkan diktator Indonesia meninggalkan ekonomi porak-poranda, seni dan budaya yang kacau balau. Periode kedua diktator itu hampir sama.

&lt;em&gt;Togar Silaban&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://togarsilaban.wordpress.com/2008/01/28/antara-pilkada-indonesia-dan-film-robin-william-man-of-the-year/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Antara Pilkada Indonesia dan film Robin William ?Man of the Year?&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

oOo
itulah bedanya Indonesia dan singapura, bung. sama2 dipimpin diktator, singapura bisa leading, sementara Indonesia justru hanya jadi sarang KKN. Repot.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya ada contoh yang sulit ditiru oleh Indonesia, yaitu Singapura.<br />
Di awalnya Singapura, memacu ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan. Lee Kwan Yu, sang diktator membuat Singapura menjadi bersih dan ramah lingkungan. Ia menjalankan program perbaikan lingkungan dengan tangan besi. Begitu juga program pembangunan ekonominya juga dipacu dengan cara yang hampir sama. </p>
<p>Sekarang, Singapura mempromosikan dirinya menjadi pusat seni dan <a title="budaya" href="http://sawali.info/category/budaya/">budaya</a> Asia, setelah ekonominya maju pesat. Singapura mau menjadi kota seni kelas dunia.</p>
<p>Tapi sangat sulit membandingkan diktator Singapura dengan diktator Indonesia. Diktator Singapura meninggalkan warisan yang baik, sedangkan diktator Indonesia meninggalkan ekonomi porak-poranda, seni dan <a title="budaya" href="http://sawali.info/category/budaya/">budaya</a> yang kacau balau. Periode kedua diktator itu hampir sama.</p>
<p><em>Togar Silaban&#8217;s last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href='http://togarsilaban.wordpress.com/2008/01/28/antara-pilkada-indonesia-dan-film-robin-william-man-of-the-year/' rel="nofollow">Antara Pilkada Indonesia dan film Robin William ?Man of the Year?</a></em></p>
<p>oOo<br />
itulah bedanya Indonesia dan singapura, bung. sama2 dipimpin diktator, singapura bisa leading, sementara Indonesia justru hanya jadi sarang KKN. Repot.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tomy</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/comment-page-3/#comment-1824</link>
		<dc:creator>tomy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 01:05:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/#comment-1824</guid>
		<description>jadi ingat ujar-ujar &#039;ela elo wong jawa kari separo
sebuah puisi lahir dari kegelisahan jiwa &amp; tangisan hati
mohon sudi menyimak :

Bahasa yang indah adalah bahasa Tuan
Bahasa kami gonggongan anjing liar
Pikiran yang mulia adalah pikiran Tuan
Pikiran kami pikiran otak udang

Kami bangsa taklukan
Diperbudak di tanah moyang
Para perempuannya pemuas zakar
Lelakinya penjilat pantat
Kaum muda layu tunas tidak berakar
Kaum tua lapuk kayu dimakan ngengat

Jangan minta kami berjuang
Kemerdekaan cuma bidaah besar
Upah kami surga di tangan
Kau bilang fatamorgana ?

Enyah kau setan !!!
Lolonganmu tak kami butuhkan
Kami dilahirkan dari kebohongan
Kami dihidupi oleh kebohongan
Jangan pernah kau ambil dari kami
Karena hanya itu ...
Sisa-sisa hajat untuk kami makan

&lt;em&gt;tomy&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/01/28/layung-layung-jingga/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;LAYUNG-LAYUNG JINGGA&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

oOo
Yup, mudah2an bangsa ini bisa belajar dari sejarah masa lalunya yang hitam, pak tomy.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi ingat ujar-ujar &#8216;ela elo wong jawa kari separo<br />
sebuah <a title="puisi" href="http://sawali.info/tag/puisi/">puisi</a> lahir dari kegelisahan jiwa &amp; tangisan hati<br />
mohon sudi menyimak :</p>
<p><a title="Bahasa" href="http://sawali.info/category/bahasa/">Bahasa</a> yang indah adalah <a title="bahasa" href="http://sawali.info/category/bahasa/">bahasa</a> Tuan<br />
<a title="Bahasa" href="http://sawali.info/category/bahasa/">Bahasa</a> kami gonggongan anjing liar<br />
Pikiran yang mulia adalah pikiran Tuan<br />
Pikiran kami pikiran otak udang</p>
<p>Kami bangsa taklukan<br />
Diperbudak di tanah moyang<br />
Para perempuannya pemuas zakar<br />
Lelakinya penjilat pantat<br />
Kaum muda layu tunas tidak berakar<br />
Kaum tua lapuk kayu dimakan ngengat</p>
<p>Jangan minta kami berjuang<br />
Kemerdekaan cuma bidaah besar<br />
Upah kami surga di tangan<br />
Kau bilang fatamorgana ?</p>
<p>Enyah kau setan !!!<br />
Lolonganmu tak kami butuhkan<br />
Kami dilahirkan dari kebohongan<br />
Kami dihidupi oleh kebohongan<br />
Jangan pernah kau ambil dari kami<br />
Karena hanya itu &#8230;<br />
Sisa-sisa hajat untuk kami makan</p>
<p><em>tomy&#8217;s last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href='http://tomyarjunanto.wordpress.com/2008/01/28/layung-layung-jingga/' rel="nofollow">LAYUNG-LAYUNG JINGGA</a></em></p>
<p>oOo<br />
Yup, mudah2an bangsa ini bisa belajar dari <a title="sejarah" href="http://sawali.info/tag/sejarah/">sejarah</a> masa lalunya yang hitam, pak tomy.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: STR</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/comment-page-2/#comment-1812</link>
		<dc:creator>STR</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 15:31:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/#comment-1812</guid>
		<description>Bangsa ini memang lebih suka latah kepada budaya luar negeri (terutama Jepang dan Barat). Di kala bangsa lain sibuk menggali kebudayaannya sendiri untuk promosi pariwisata, kita berleha-leha dengan konsumtivisme. Wajar kalau akhirnya kebudayaan kita yang terlantar ini mendapat perhatian lebih dari tetangga serumpun kita.

&lt;em&gt;STR&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Guru yang Baik Adalah Guru yang Menggaji Muridnya: Kuantitas Lawan Kualitas&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

oOo
bisa jadi begiu mas satria. akibat sikap latah itu, bangsa kita justru abai terhadap budayanya sendiri.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bangsa ini memang lebih suka latah kepada <a title="budaya" href="http://sawali.info/category/budaya/">budaya</a> luar negeri (terutama Jepang dan Barat). Di kala bangsa lain sibuk menggali kebudayaannya sendiri untuk promosi pariwisata, kita berleha-leha dengan <a title="konsumtivisme" href="http://sawali.info/tag/konsumtivisme/">konsumtivisme</a>. Wajar kalau akhirnya kebudayaan kita yang terlantar ini mendapat perhatian lebih dari tetangga serumpun kita.</p>
<p><em>STR&#8217;s last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href='http://www.orangmuda.com/brain-corner/guru-yang-baik-adalah-guru-yang-menggaji-muridnya-kuantitas-lawan-kualitas/' rel="nofollow">Guru yang Baik Adalah Guru yang Menggaji Muridnya: Kuantitas Lawan Kualitas</a></em></p>
<p>oOo<br />
bisa jadi begiu mas satria. akibat sikap latah itu, bangsa kita justru abai terhadap budayanya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gempur</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/comment-page-2/#comment-1703</link>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 04:22:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/#comment-1703</guid>
		<description>Ah, bapak, kapan sih era idealisme mampu bertanding dengan kapitalisme..

Lokalitas hanya akan menjadi santapan kapitalisme, dengan catatan menguntungkan.. kalo nggak! silakan tergerus dan tergusur..

Mari bercita-cita menjadi utopis sejati.. hehehehehehehe

&lt;em&gt;gempur&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://aghofur.com/2008/01/26/dari-bloger-iseng/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Dari Bloger Iseng&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

oOo
Yup, bener banget pak gempur. uang lebih dihargai ketibang pemikiran2 kreatif. walah, kalok jadi utopis sejati, mimpi terus dong, pak? *halah*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ah, bapak, kapan sih era <a title="idealisme" href="http://sawali.info/tag/idealisme/">idealisme</a> mampu bertanding dengan <a title="kapitalisme" href="http://sawali.info/tag/kapitalisme/">kapitalisme</a>..</p>
<p>Lokalitas hanya akan menjadi santapan <a title="kapitalisme" href="http://sawali.info/tag/kapitalisme/">kapitalisme</a>, dengan catatan menguntungkan.. kalo nggak! silakan tergerus dan tergusur..</p>
<p>Mari bercita-cita menjadi utopis sejati.. hehehehehehehe</p>
<p><em>gempur&#8217;s last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href='http://aghofur.com/2008/01/26/dari-bloger-iseng/' rel="nofollow">Dari Bloger Iseng</a></em></p>
<p>oOo<br />
Yup, bener banget pak gempur. uang lebih dihargai ketibang pemikiran2 kreatif. walah, kalok jadi utopis sejati, mimpi terus dong, pak? *halah*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ridu</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/comment-page-2/#comment-1702</link>
		<dc:creator>Ridu</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 04:19:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/26/hilangnya-aura-kesenian-kota-semarang/#comment-1702</guid>
		<description>Kondisi yang seperti itu memang sangat memprihatinkan.. bener banget, gedung2 bersejarah banyak yg beralih fungsi menjadi tempat bisnis, ya karena kekuatan modal! kasihan donk generasi yg akan datang,gak bisa melihat bukti fisik saksi bisu sejarah

&lt;em&gt;Ridu&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://ridu.web.id/2008/01/27/social-engineering-bag-2/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Social Engineering (Bag. 2)&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;

oOo
itulah persoalannya bung ketika kekuatan kaum kapitalis unjuk gigi. mereka sering abai terhadap nilai2 seni dan budaya. entah, bisa jadi generasi negeri ini makin kehilangan orientasi budaya dan keseniannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kondisi yang seperti itu memang sangat memprihatinkan.. bener banget, gedung2 bersejarah banyak yg beralih fungsi menjadi tempat bisnis, ya karena kekuatan modal! kasihan donk generasi yg akan datang,gak bisa melihat bukti fisik saksi bisu <a title="sejarah" href="http://sawali.info/tag/sejarah/">sejarah</a></p>
<p><em>Ridu&#8217;s last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href='http://ridu.web.id/2008/01/27/social-engineering-bag-2/' rel="nofollow">Social Engineering (Bag. 2)</a></em></p>
<p>oOo<br />
itulah persoalannya bung ketika kekuatan kaum kapitalis unjuk gigi. mereka sering abai terhadap nilai2 seni dan <a title="budaya" href="http://sawali.info/category/budaya/">budaya</a>. entah, bisa jadi generasi negeri ini makin kehilangan orientasi <a title="budaya" href="http://sawali.info/category/budaya/">budaya</a> dan keseniannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

