<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Guru Bahasa, Sastra, dan KTSP</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 20:40:50 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Guru Sastra Saya Sawali Tuhusetya &#124; Sumintar.Com</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/comment-page-3/#comment-5520</link>
		<dc:creator>Guru Sastra Saya Sawali Tuhusetya &#124; Sumintar.Com</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 03:10:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/#comment-5520</guid>
		<description>[...] Guru Bahasa, Sastra, dan KTSP Jika dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya, muatan sastra dalam Kurikulum Tingkat Sat&#8230; [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Guru Bahasa, Sastra, dan KTSP Jika dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya, muatan sastra dalam Kurikulum Tingkat Sat&#8230; [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tresno</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/comment-page-3/#comment-4587</link>
		<dc:creator>Tresno</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 19:21:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/#comment-4587</guid>
		<description>Assalamualaikum, Pak...

Salam kenal dari saya di Cirebon nih Pak..

Saya sedang menyusun skripsi tentang &#039;Penggunaan metode implikasi konflik dalam pembelajaran menulis cerpen&#039;...

Bisa tolong tunjukkan referensi lain gak Pak?
Misal, metode-metode yang terkait...

Terima Kasih sebelumnya,,,

Wassalam... :mrgreen:

&lt;blockquote&gt;
salam kenal juga mas tresno. judul skripsi yang bagus, mas, semoga lancar dan sukses. tentang referensi, saya kira mas tresno bisa juga melacaknya melalui om google atau buku2 sastra yang berkaitan dengan dunia penciptaan. ok, mas, salam kreatif! :idea: &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Pak&#8230;</p>
<p>Salam kenal dari saya di Cirebon nih Pak..</p>
<p>Saya sedang menyusun skripsi tentang &#8216;Penggunaan metode implikasi konflik dalam pembelajaran menulis cerpen&#8217;&#8230;</p>
<p>Bisa tolong tunjukkan referensi lain gak Pak?<br />
Misal, metode-metode yang terkait&#8230;</p>
<p>Terima Kasih sebelumnya,,,</p>
<p>Wassalam&#8230; :mrgreen:</p>
<blockquote><p>
salam kenal juga mas tresno. judul skripsi yang bagus, mas, semoga lancar dan sukses. tentang referensi, saya kira mas tresno bisa juga melacaknya melalui om google atau buku2 sastra yang berkaitan dengan dunia penciptaan. ok, mas, salam kreatif! :idea: </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: egie fajar ramadhan</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/comment-page-3/#comment-4459</link>
		<dc:creator>egie fajar ramadhan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 06:11:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/#comment-4459</guid>
		<description>tolong donk...saya kirimin gambaran tentang kontribusi membaca sastra yang lengkap.....

&lt;blockquote&gt;
waduh, gambaran kontribusi membaca sastra yang lengkap? mas egie bisa melacaknya lewat om google, kok! :idea: &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tolong donk&#8230;saya kirimin gambaran tentang kontribusi membaca sastra yang lengkap&#8230;..</p>
<blockquote><p>
waduh, gambaran kontribusi membaca sastra yang lengkap? mas egie bisa melacaknya lewat om google, kok! :idea: </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/comment-page-3/#comment-963</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 12:20:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/#comment-963</guid>
		<description>@ extremusmilitis :
saya kira bener, Bung Militis agar sastra benar diajarkan oleh guru yang tepat.

@ iman brotoseno :
model yang diterapkan di kanisius saya kira layak untuk dicontoh, Mas Imam sehingga para siswa, mau atau tidak, harus membaca karya sastra.

&lt;em&gt;Sawali Tuhusetya&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://sawali.info/2008/01/07/andrea-hirata-menjadi-presiden/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Andrea Hirata Menjadi Presiden?&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ extremusmilitis :<br />
saya kira bener, Bung Militis agar sastra benar diajarkan oleh guru yang tepat.</p>
<p>@ iman brotoseno :<br />
model yang diterapkan di kanisius saya kira layak untuk dicontoh, Mas Imam sehingga para siswa, mau atau tidak, harus membaca karya sastra.</p>
<p><em>Sawali Tuhusetya&#8217;s last blog post..<a href='http://sawali.info/2008/01/07/andrea-hirata-menjadi-presiden/' rel="nofollow">Andrea Hirata Menjadi Presiden?</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iman brotoseno</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/comment-page-3/#comment-961</link>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 09:07:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/#comment-961</guid>
		<description>ini menjadi tantangan sendiri..karena budaya sastra tidak mudah..Jadi ingat waktu SMA di kanisius dulu, buat pelajaran bahasa Indonesia, kami diwajibkan membuat sinopsis karya /roman sastra sebulan sekali..itu yang mungkin saya begitu menyukai sastra sampai sekarang

&lt;em&gt;iman brotoseno&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://blog.imanbrotoseno.com/?p=144&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Telanjang ? Siapa Takut&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ini menjadi tantangan sendiri..karena budaya sastra tidak mudah..Jadi ingat waktu SMA di kanisius dulu, buat pelajaran bahasa Indonesia, kami diwajibkan membuat sinopsis karya /roman sastra sebulan sekali..itu yang mungkin saya begitu menyukai sastra sampai sekarang</p>
<p><em>iman brotoseno&#8217;s last blog post..<a href='http://blog.imanbrotoseno.com/?p=144' rel="nofollow">Telanjang ? Siapa Takut</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: extremusmilitis</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/comment-page-3/#comment-959</link>
		<dc:creator>extremusmilitis</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 08:25:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/#comment-959</guid>
		<description>Seperti-nya sih mending ada spesialisasi untuk Guru Sastra Pak Guru, yang emang memiliki talenta, minat, dan keinginan untuk ber-sastra ria, sehingga dapat memancing minat siswa untuk lebih men-dalami sastra.

&lt;em&gt;extremusmilitis&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/07/kenangan-tidak-selalu-baik/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Kenangan Tidak Selalu Baik&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti-nya sih mending ada spesialisasi untuk Guru Sastra Pak Guru, yang emang memiliki talenta, minat, dan keinginan untuk ber-sastra ria, sehingga dapat memancing minat siswa untuk lebih men-dalami sastra.</p>
<p><em>extremusmilitis&#8217;s last blog post..<a href='http://extremusmilitis.wordpress.com/2008/01/07/kenangan-tidak-selalu-baik/' rel="nofollow">Kenangan Tidak Selalu Baik</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/comment-page-3/#comment-957</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 08:05:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/#comment-957</guid>
		<description>@ gempur:
kalau kita cermati muatan materi bahasa dan sastra dalam KTSP sebenarnya seimbang, Pak. Masing-masing memiliki SK dan KD tersendiri dalam keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. yang menjadi persoalan, dalam praktiknya, muatan sastra tidak disajikan secara seimbang dengan muatan bahasa. Mengapa? *halah* Yak, secara jujur harus diakui, banyak guru bahasa yang minim talenta dan minatnya terhadap sastra. akibatnya, materi sastra sering dilewati begitu saja. 
Menulis itu salah satu aspeknya. Pelajaran sastra difokuskan pada keterampilan reseptif (mendengarkan dan membaca) dan produktif (berbicara dan menulis) sehingga mereka tidak lagi gagap sastra.

&lt;em&gt;Sawali Tuhusetya&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Guru Bahasa, Sastra, dan KTSP&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ gempur:<br />
kalau kita cermati muatan materi bahasa dan sastra dalam KTSP sebenarnya seimbang, Pak. Masing-masing memiliki SK dan KD tersendiri dalam keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. yang menjadi persoalan, dalam praktiknya, muatan sastra tidak disajikan secara seimbang dengan muatan bahasa. Mengapa? *halah* Yak, secara jujur harus diakui, banyak guru bahasa yang minim talenta dan minatnya terhadap sastra. akibatnya, materi sastra sering dilewati begitu saja.<br />
Menulis itu salah satu aspeknya. Pelajaran sastra difokuskan pada keterampilan reseptif (mendengarkan dan membaca) dan produktif (berbicara dan menulis) sehingga mereka tidak lagi gagap sastra.</p>
<p><em>Sawali Tuhusetya&#8217;s last blog post..<a href='http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/' rel="nofollow">Guru Bahasa, Sastra, dan KTSP</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gempur</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/comment-page-3/#comment-955</link>
		<dc:creator>gempur</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 07:12:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/#comment-955</guid>
		<description>Nuwun sewu pak awali, sepertinya pengajaran sastra dalam pelajaran bahasa indonesia sangatlah minim porsinya, kalau gak salah?! Malah sekarang namanya cuma &quot;Bahasa Indonesia&quot; sementara dulu &quot;Bahasa dan SASTERA Indonesia&quot;... Bukan begitu pak?!

Mengingat kembali masa sekolah, saya merasa, muatan linguistik atau bahasanya lebih kental ketimbang sastra.. 

Terlepas dari itu, sebenarnya yang membuat resah saya bukan pada &quot;apakah siswa mampu menghasilkan teks sastra?&quot; tapi lebih pada &quot;apakah siswa mampu menulis?&quot;. Terus terang, saya tak memiliki kemampuan sedikitpun untuk menulis selepasa SMA. Diminta mengarang pun, saya hanya mampu menghasilkan karangan dengan lkevel anak SD. 

Kini, setelah menggeluti profesi guru, saya tak mau mengulang kesalahan yang sama, saya hanya ingin siswa saya rajin menulis dan produktif mengutarakan isi pikiran dan hatinya. Setelah mereka terbiasa menulis, harapan saya, menghasilkan teks sastra akan lebih mudah.. Meski sepandai apa pun seseorang dalam hal menulis, belum tentu mampu menghasilkan teks sastra yang berbobot.. Bagi saya, menulis sastra adalah pekerjaan besar. Lebih sulit daripada merakit komputer bahkan utaik-atik script. hehehehe

Jadi, kalau diurutkan, mencintai membaca, mencintai menulis, mencintai sastra dan menghasilkan teks sastra.. mudahan salah.. dengan begitu pasti ada penyempurnaan.. Amin..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nuwun sewu pak awali, sepertinya pengajaran sastra dalam pelajaran bahasa indonesia sangatlah minim porsinya, kalau gak salah?! Malah sekarang namanya cuma &#8220;Bahasa Indonesia&#8221; sementara dulu &#8220;Bahasa dan SASTERA Indonesia&#8221;&#8230; Bukan begitu pak?!</p>
<p>Mengingat kembali masa sekolah, saya merasa, muatan linguistik atau bahasanya lebih kental ketimbang sastra.. </p>
<p>Terlepas dari itu, sebenarnya yang membuat resah saya bukan pada &#8220;apakah siswa mampu menghasilkan teks sastra?&#8221; tapi lebih pada &#8220;apakah siswa mampu menulis?&#8221;. Terus terang, saya tak memiliki kemampuan sedikitpun untuk menulis selepasa SMA. Diminta mengarang pun, saya hanya mampu menghasilkan karangan dengan lkevel anak SD. </p>
<p>Kini, setelah menggeluti profesi guru, saya tak mau mengulang kesalahan yang sama, saya hanya ingin siswa saya rajin menulis dan produktif mengutarakan isi pikiran dan hatinya. Setelah mereka terbiasa menulis, harapan saya, menghasilkan teks sastra akan lebih mudah.. Meski sepandai apa pun seseorang dalam hal menulis, belum tentu mampu menghasilkan teks sastra yang berbobot.. Bagi saya, menulis sastra adalah pekerjaan besar. Lebih sulit daripada merakit komputer bahkan utaik-atik script. hehehehe</p>
<p>Jadi, kalau diurutkan, mencintai membaca, mencintai menulis, mencintai sastra dan menghasilkan teks sastra.. mudahan salah.. dengan begitu pasti ada penyempurnaan.. Amin..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/comment-page-3/#comment-954</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 05:35:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/#comment-954</guid>
		<description>@ Ersis WA :
makasih banget pak ersis. emang udah saatnya pak, guru beraksi nyata. ndak perlu banyak teori. halah. sepakat banget, pak.

&lt;em&gt;Sawali Tuhusetya&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Guru Bahasa, Sastra, dan KTSP&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Ersis WA :<br />
makasih banget pak ersis. emang udah saatnya pak, guru beraksi nyata. ndak perlu banyak teori. halah. sepakat banget, pak.</p>
<p><em>Sawali Tuhusetya&#8217;s last blog post..<a href='http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/' rel="nofollow">Guru Bahasa, Sastra, dan KTSP</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ersis WA</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/comment-page-2/#comment-952</link>
		<dc:creator>Ersis WA</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 05:23:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/06/guru-bahasa-sastra-dan-ktsp/#comment-952</guid>
		<description>Wow ... ini yang saya suka dari Pak Swali ... analisis jujur dan langsung ke sasaran. Ya, semua terpulang pada guru? Coba perhatikan, emang Taufik Ismail belajar sastra ketika kuliah &#039;hewan&#039; di IPB? Kira-kira Taufik &#039;membaca&#039; sastra, menulis sastra, dan jutaan orang berguru padanya. Guru sastra?

Kita kampanye, kini era tidak megeluh, buat karya nayata. Malu ah jadi orang yang belajar (akademik) sastra tapi ngak mampu memotivasi orang bersastra, menulis sastra. Malu-maluin aja {Pak Swali ngak maulu-maluin lho).

Saya malah mimpi, kita-kita (maaf sok bisa) menghimpun yang bisa nulis (sastra, e jadi malu) lalu sharing dengan para siswa. Kan kini di sekolah bertebaran ICT/internet. Konkret. Ngak perlu teori ini-itu, negleuh sana-sani, sampai peemrintah yang ngak peduli atau depdiknas yang &#039;buta&#039; sastra. Kita lakukan saja. Beranl?

Tampa sastra hidup teras kurang lengkap. 

Bagaimana menurut Sampeyan?

&lt;em&gt;Ersis WA&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://webersis.com/2008/01/07/go-blog-efisiensi-waktu/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Go Blog: Efisiensi Waktu&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wow &#8230; ini yang saya suka dari Pak Swali &#8230; analisis jujur dan langsung ke sasaran. Ya, semua terpulang pada guru? Coba perhatikan, emang Taufik Ismail belajar sastra ketika kuliah &#8216;hewan&#8217; di IPB? Kira-kira Taufik &#8216;membaca&#8217; sastra, menulis sastra, dan jutaan orang berguru padanya. Guru sastra?</p>
<p>Kita kampanye, kini era tidak megeluh, buat karya nayata. Malu ah jadi orang yang belajar (akademik) sastra tapi ngak mampu memotivasi orang bersastra, menulis sastra. Malu-maluin aja {Pak Swali ngak maulu-maluin lho).</p>
<p>Saya malah mimpi, kita-kita (maaf sok bisa) menghimpun yang bisa nulis (sastra, e jadi malu) lalu sharing dengan para siswa. Kan kini di sekolah bertebaran ICT/internet. Konkret. Ngak perlu teori ini-itu, negleuh sana-sani, sampai peemrintah yang ngak peduli atau depdiknas yang &#8216;buta&#8217; sastra. Kita lakukan saja. Beranl?</p>
<p>Tampa sastra hidup teras kurang lengkap. </p>
<p>Bagaimana menurut Sampeyan?</p>
<p><em>Ersis WA&#8217;s last blog post..<a href='http://webersis.com/2008/01/07/go-blog-efisiensi-waktu/' rel="nofollow">Go Blog: Efisiensi Waktu</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
