<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perubahan Paradigma Pendidikan</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 08:24:02 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Jin</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-71095</link>
		<dc:creator>Jin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 09:33:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-71095</guid>
		<description>Setau saya perubahan paradigma di pendidikan yng paling menonjol saat ini adalah dengan diberlakukannya bahasa asing seperti english dan mandarin sehingga hampir semua sekolah menggunakan kurikulum english dalam pembelajarannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setau saya perubahan paradigma di pendidikan yng paling menonjol saat ini adalah dengan diberlakukannya <a title="bahasa" href="http://sawali.info/category/bahasa/">bahasa</a> asing seperti english dan mandarin sehingga hampir semua <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> menggunakan <a title="kurikulum" href="http://sawali.info/tag/kurikulum/">kurikulum</a> english dalam pembelajarannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-35405</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 17:51:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-35405</guid>
		<description>setuju, bu. semoga setelah terjadi pergantian mendiknas, hal itu bisa mulai diperhatikan secara serius.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju, bu. semoga setelah terjadi pergantian mendiknas, hal itu bisa mulai diperhatikan secara serius.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nizariah, S.Sos</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-35299</link>
		<dc:creator>Nizariah, S.Sos</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:35:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-35299</guid>
		<description>saya berpendapat kalau ilmu sosiologi sangat penting di ajarkan disekolah kalau perlu sejak di sekolah pertama, karena akan membentuk ilmuan-ilmuan yang handal baik teknologi maupun sosial</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya berpendapat kalau ilmu sosiologi sangat penting di ajarkan disekolah kalau perlu sejak di <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> pertama, karena akan membentuk ilmuan-ilmuan yang handal baik teknologi maupun <a title="sosial" href="http://sawali.info/category/refleksi/sosial/">sosial</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Soma.</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-19207</link>
		<dc:creator>Soma.</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 04:10:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-19207</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Soma....&lt;/strong&gt;

Soma....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Soma&#8230;.</strong></p>
<p>Soma&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Qinimain Zain</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-7438</link>
		<dc:creator>Qinimain Zain</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 10:15:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-7438</guid>
		<description>(Dikutip dari: Harian RADAR Banjarmasin, Senin, 16 Juni 2008)

Strategi (R)Evolusi Ilmu Sosial Milenium III
(Kadaluarsa Ilmu: Re-Imagining Sociology)
Oleh: Qinimain Zain

FEELING IS BELIEVING. MULANYA teori baru diserang dikatakan tidak masuk akal. Kemudian teori tersebut itu diakui benar, tetapi dianggap remeh. Akhirnya, ketika teori itu sangat penting, para penentang akan segera mengklaim merekalah yang menemukannya (William James).  

KETIKA Dr Heidi Prozesky – sekretaris South African Sociological Association (SASA) meminta TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority (2000) sebagai materi sesi Higher Education and Science Studies pada Konferensi SASA medio 2008 ini, saya tidak terkejut. Paradigma baru The (R)Evolution of  Social Science – The New Paradigm Scientific System of Science ini, memang sudah tersebar pada ribuan ilmuwan pada banyak universitas besar di benua Amerika, Afrika, Asia, Eropa dan Australia. Pembicaraan dan pengakuan pentingnya penemuan juga hangat dan mengalir dari mana-mana. 

Contoh, dari sekian banyak masalah telah dipecahkan paradigma ini adalah menjawab debat sengit hingga kini keraguan ilmuwan sosial akan cabang sosiologi sebagai ilmu pengetahuan di berbagai belahan dunia. Tanggal 2-5 Desember 2008 nanti, akan digelar The Annual Conference of The Australian Sociological Association (TASA) 2008  di Australia, dengan tema Re-imagining Sociology. (Judul tema Re-Imagining Sociology, diambil dari judul yang sama buku Steve Fuller (2004), seorang profesor sosiologi dari Universitas Warwick, Inggris). 

Lalu, apa bukti (dan pemecahan re-imagining sociology dalam paradigma TQZ) masalah sosiologi sampai ilmuwan sosial sendiri meragukannya?

PARADIGMA (ilmu) sosial masih dalam tahap pre-paradigmatik, sebab pengetahuan mengenai manusia tidaklah semudah dalam ilmu alam (Thomas S. Kuhn).

Ada cara sederhana untuk menjadi ilmuwan menemukan (masalah) penemuan (dan memecahkannya) di bidang apa pun, yaitu meneliti seluruh informasi yang ada di bidang itu sebelumnya dari lama hingga terbaru. (Sebuah cara yang mudah tetapi sangat susah bagi mereka yang tidak berminat atau malas). Mengenai informasi dari buku, menurut Isadore Gilbert Mudge, dari penggunaan buku dibagi dua, yaitu buku dimaksudkan untuk dibaca seluruhnya guna keterangan, dan buku yang dimaksudkan untuk ditengok atau dirujuk guna suatu butir keterangan pasti. Keduanya punya kelebihan masing-masing. Yang pertama luas menyeluruh, yang kedua dalam terbatas hal tertentu.

Berkaitan menonjolkan kelebihan pertama, Dadang Supardan (2008: 3-4),  menyusun buku Pengantar Ilmu Sosial (Sebuah Kajian Pendekatan Struktural), cetakan pertama, Januari 2008, yang mendapat inspirasi pemikiran ilmuwan sosial Jerome S. Bruner, bahwa mata pelajaran apa pun lebih mudah diajarkan (dan dipahami) secara efektif bila struktur (fakta, konsep, generalisasi, dan teori) disiplin ilmu seluruhnya dipelajari lebih dahulu, yaitu lebih komprehensif, mudah mengingat, mengajarkan, dan mengembangkannya. 

KLAIM sah paling umum dan efektif mengajukan paradigma baru adalah memecahkan masalah yang menyebabkan paradigma lama mengalami krisis (Thomas S. Kuhn).

Lalu, apa hubungannya buku pengangan universitas yang baik ini dengan debat keraguan sosiologi?  

Dadang Supardan (2008:98), mengutip David Popenoe, menjelaskan jika ilmu sosiologi ingin tetap merupakan sebuah ilmu pengetahuan maka harus merupakan suatu ilmu pengetahuan yang jelas nyata (obvious). Dadang mengungkap, ahli sosiologi sering menyatakan bahwa mereka banyak menghabiskan uang untuk menemukan apa yang sebenarnya hampir semua orang telah mengetahuinya. Sosiologi dihadapkan dengan dunia masyarakat yang sebenarnya tidak begitu aneh, di mana orang-orang yang secara umum sudah akrab ataupun mengenal konsep-konsep yang diperkenalkan dalam bidang sosiologi. Sebaliknya, sebagai pembanding, dalam pokok kajian pada kelompok ilmu kealaman adalah sering berada di luar dunia dari pengalaman sehari-hari. Dalam menjawab permasalahan ilmu pengetahuan alam, temuan kajiannya memberikan ungkapan dalam bahasa dan simbol-simbol di mana kebanyakan orang hampir tidak memahaminya atau benar-benar dibawa dalam pengenalan konsep yang benar-benar baru. 

Lalu, inikah bukti kekurangan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan? Ya (salah satunya). 

Sebenarnya sangat jelas lagi, masalah sosiologi ini sudah diungkap Dadang Supardan (2008: 4) sendiri di awal dengan mengutip Bruner pula. Menurut Bruner,  terdapat tiga tahapan berpikir seorang pembelajar, yaitu enactive, iconic dan symbolic. Enactive   terfokus pada ingatan, lalu iconic pola pikir tidak terbatas pada ruang dan waktu, tetapi seluruh informasi tertangkap karena adanya stimulan, kemudian tingkat symbolic, dapat dianalogikan masa operasi formal menurut Piaget. Dalam tahapan terakhir, siswa (dan siapapun – QZ) sudah mampu berpikir abstrak secara keilmuan pada tingkat yang dapat diandalkan, mengingat  sudah mampu berpikir analisis, sintesis dan evaluatif.

MENOLAK satu paradigma tanpa sekaligus menggantikannya dengan yang lain adalah menolak  ilmu pengetahuan itu sendiri (Thomas S. Kuhn).

Artinya, sosiologi yang dipelajari di sekolah dan universitas tanpa perangkat simbolik selama ini kadaluarsa dan hanya dapat disebut pengetahuan saja. Dan, untuk membuktikan kekurangan sosiologi tak perlu jauh-jauh (meski boleh agar nampak jelas) dengan ilmu kealaman, cukup dengan ilmu pengetahuan mantap  masih golongan (ilmu) pengetahuan sosial juga yaitu ilmu ekonomi.  Bukankah ilmu ekonomi dianggap ilmu (ratunya golongan ini) karena mencapai tingkat analogi simbolik bahasa ekonomi?  (Karena itulah definisi ilmu pengetahuan dalam paradigma baru TQZ bukan kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur (sistematis), tetapi kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur (sistematis), membentuk kaitan terpadu dari kode (symbolic), satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu. Untuk ilmu pengetahuan sosial paradigma milenium ketiga telah saya tetapkan International Code of Nomenclature TQO Employee fungsinya Operation dengan kode O, TQC Supervisor (Control-C), TQS Manager (Service – S), TQI Senior Manager (Information – I) dan Director (Touch – T)).

Jadi, para ilmuwan sosial, sebenarnya sudah tahu sosiologi yang dipegang selama ini tidak layak disebut sebagai ilmu pengetahuan, meski belum tahu pemecahannya. Lantas, apa pentingnya solusi re-imagining sociology sekarang? Sangat pasti, salah satu cara memahami masyarakat untuk mengatasi krisis dunia (negara, bangsa, daerah, organisasi, usaha dan pribadi) yang semakin kompleks dan buntu selama ini. Dan, bagi lembaga penelitian dan pendidikan baik organisasi dan pribadi harus proaktif berbenah. Adalah fatal dan picik mengajarkan (ilmu) pengetahuan yang (kalau) sudah diketahui kadaluarsa dan salah, di berbagai universitas dan sekolah. Dunia (di berbagai belahan) sudah berubah.  

KALAU teori saya terbukti benar, Jerman akan mengakui saya sebagai seorang Jerman dan Prancis menyatakan saya sebagai warga negara dunia. Tetapi kalau salah, Prancis akan menyebut saya seorang Jerman, dan Jerman menyatakan saya seorang Yahudi (Albert Einstein).

BAGAIMANA strategi Anda?

*) Qinimain Zain – Scientist &amp; Strategist, tinggal di Banjarbaru – Kalsel, e-mail: tqz_strategist@yahoo.co.id (www.scientist-strategist.blogspot.com)

Qinimain Zains last blog post..&lt;a href=&quot;http://scientist-strategist.blogspot.com/2007/10/strategi-revolusi_803.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Strategi  (R)Evolusi Sistem Ilmu Pengetahuan (+)&lt;/a&gt;

&lt;blockquote&gt;
wah, makasih banget postingannya, pak :roll: &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>(Dikutip dari: Harian RADAR Banjarmasin, Senin, 16 Juni 2008)</p>
<p>Strategi (R)Evolusi Ilmu <a title="Sosial" href="http://sawali.info/category/refleksi/sosial/">Sosial</a> Milenium III<br />
(Kadaluarsa Ilmu: Re-Imagining Sociology)<br />
Oleh: Qinimain Zain</p>
<p>FEELING IS BELIEVING. MULANYA teori baru diserang dikatakan tidak masuk akal. Kemudian teori tersebut itu diakui benar, tetapi dianggap remeh. Akhirnya, ketika teori itu sangat penting, para penentang akan segera mengklaim merekalah yang menemukannya (William James).  </p>
<p>KETIKA Dr Heidi Prozesky – sekretaris South African Sociological Association (SASA) meminta TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority (2000) sebagai materi sesi Higher Education and Science Studies pada Konferensi SASA medio 2008 ini, saya tidak terkejut. Paradigma baru The (R)Evolution of  Social Science – The New Paradigm Scientific System of Science ini, memang sudah tersebar pada ribuan ilmuwan pada banyak universitas besar di benua Amerika, Afrika, Asia, Eropa dan Australia. Pembicaraan dan <a title="pengakuan" href="http://sawali.info/2008/01/01/pengakuan/">pengakuan</a> pentingnya penemuan juga hangat dan mengalir dari mana-mana. </p>
<p>Contoh, dari sekian banyak masalah telah dipecahkan paradigma ini adalah menjawab debat sengit hingga kini keraguan ilmuwan <a title="sosial" href="http://sawali.info/category/refleksi/sosial/">sosial</a> akan cabang sosiologi sebagai ilmu pengetahuan di berbagai belahan dunia. Tanggal 2-5 Desember 2008 nanti, akan digelar The Annual Conference of The Australian Sociological Association (TASA) 2008  di Australia, dengan tema Re-imagining Sociology. (Judul tema Re-Imagining Sociology, diambil dari judul yang sama <a title="buku" href="http://sawali.info/tag/buku/">buku</a> Steve Fuller (2004), seorang profesor sosiologi dari Universitas Warwick, Inggris). </p>
<p>Lalu, apa bukti (dan pemecahan re-imagining sociology dalam paradigma TQZ) masalah sosiologi sampai ilmuwan <a title="sosial" href="http://sawali.info/category/refleksi/sosial/">sosial</a> sendiri meragukannya?</p>
<p>PARADIGMA (ilmu) <a title="sosial" href="http://sawali.info/category/refleksi/sosial/">sosial</a> masih dalam tahap pre-paradigmatik, sebab pengetahuan mengenai manusia tidaklah semudah dalam ilmu alam (Thomas S. Kuhn).</p>
<p>Ada cara sederhana untuk menjadi ilmuwan menemukan (masalah) penemuan (dan memecahkannya) di bidang apa pun, yaitu meneliti seluruh <a title="informasi" href="http://sawali.info/tag/informasi/">informasi</a> yang ada di bidang itu sebelumnya dari lama hingga terbaru. (Sebuah cara yang mudah tetapi sangat susah bagi mereka yang tidak berminat atau malas). Mengenai <a title="informasi" href="http://sawali.info/tag/informasi/">informasi</a> dari <a title="buku" href="http://sawali.info/tag/buku/">buku</a>, menurut Isadore Gilbert Mudge, dari penggunaan <a title="buku" href="http://sawali.info/tag/buku/">buku</a> dibagi dua, yaitu <a title="buku" href="http://sawali.info/tag/buku/">buku</a> dimaksudkan untuk dibaca seluruhnya guna keterangan, dan <a title="buku" href="http://sawali.info/tag/buku/">buku</a> yang dimaksudkan untuk ditengok atau dirujuk guna suatu butir keterangan pasti. Keduanya punya kelebihan masing-masing. Yang pertama luas menyeluruh, yang kedua dalam terbatas hal tertentu.</p>
<p>Berkaitan menonjolkan kelebihan pertama, Dadang Supardan (2008: 3-4),  menyusun <a title="buku" href="http://sawali.info/tag/buku/">buku</a> Pengantar Ilmu <a title="Sosial" href="http://sawali.info/category/refleksi/sosial/">Sosial</a> (Sebuah Kajian Pendekatan Struktural), cetakan pertama, Januari 2008, yang mendapat inspirasi pemikiran ilmuwan <a title="sosial" href="http://sawali.info/category/refleksi/sosial/">sosial</a> Jerome S. Bruner, bahwa mata pelajaran apa pun lebih mudah diajarkan (dan dipahami) secara efektif bila struktur (fakta, konsep, generalisasi, dan teori) disiplin ilmu seluruhnya dipelajari lebih dahulu, yaitu lebih komprehensif, mudah mengingat, mengajarkan, dan mengembangkannya. </p>
<p>KLAIM sah paling umum dan efektif mengajukan paradigma baru adalah memecahkan masalah yang menyebabkan paradigma lama mengalami krisis (Thomas S. Kuhn).</p>
<p>Lalu, apa hubungannya <a title="buku" href="http://sawali.info/tag/buku/">buku</a> pengangan universitas yang baik ini dengan debat keraguan sosiologi?  </p>
<p>Dadang Supardan (2008:98), mengutip David Popenoe, menjelaskan jika ilmu sosiologi ingin tetap merupakan sebuah ilmu pengetahuan maka harus merupakan suatu ilmu pengetahuan yang jelas nyata (obvious). Dadang mengungkap, ahli sosiologi sering menyatakan bahwa mereka banyak menghabiskan uang untuk menemukan apa yang sebenarnya hampir semua orang telah mengetahuinya. Sosiologi dihadapkan dengan dunia masyarakat yang sebenarnya tidak begitu aneh, di mana orang-orang yang secara umum sudah akrab ataupun mengenal konsep-konsep yang diperkenalkan dalam bidang sosiologi. Sebaliknya, sebagai pembanding, dalam pokok kajian pada kelompok ilmu kealaman adalah sering berada di luar dunia dari pengalaman sehari-hari. Dalam menjawab permasalahan ilmu pengetahuan alam, temuan kajiannya memberikan ungkapan dalam <a title="bahasa" href="http://sawali.info/category/bahasa/">bahasa</a> dan simbol-simbol di mana kebanyakan orang hampir tidak memahaminya atau benar-benar dibawa dalam pengenalan konsep yang benar-benar baru. </p>
<p>Lalu, inikah bukti kekurangan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan? Ya (salah satunya). </p>
<p>Sebenarnya sangat jelas lagi, masalah sosiologi ini sudah diungkap Dadang Supardan (2008: 4) sendiri di awal dengan mengutip Bruner pula. Menurut Bruner,  terdapat tiga tahapan berpikir seorang pembelajar, yaitu enactive, iconic dan symbolic. Enactive   terfokus pada ingatan, lalu iconic pola pikir tidak terbatas pada ruang dan waktu, tetapi seluruh <a title="informasi" href="http://sawali.info/tag/informasi/">informasi</a> tertangkap karena adanya stimulan, kemudian tingkat symbolic, dapat dianalogikan masa operasi formal menurut Piaget. Dalam tahapan terakhir, <a title="siswa" href="http://sawali.info/tag/siswa/">siswa</a> (dan siapapun – QZ) sudah mampu berpikir abstrak secara keilmuan pada tingkat yang dapat diandalkan, mengingat  sudah mampu berpikir analisis, sintesis dan evaluatif.</p>
<p>MENOLAK satu paradigma tanpa sekaligus menggantikannya dengan yang lain adalah menolak  ilmu pengetahuan itu sendiri (Thomas S. Kuhn).</p>
<p>Artinya, sosiologi yang dipelajari di <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> dan universitas tanpa perangkat simbolik selama ini kadaluarsa dan hanya dapat disebut pengetahuan saja. Dan, untuk membuktikan kekurangan sosiologi tak perlu jauh-jauh (meski boleh agar nampak jelas) dengan ilmu kealaman, cukup dengan ilmu pengetahuan mantap  masih golongan (ilmu) pengetahuan <a title="sosial" href="http://sawali.info/category/refleksi/sosial/">sosial</a> juga yaitu ilmu ekonomi.  Bukankah ilmu ekonomi dianggap ilmu (ratunya golongan ini) karena mencapai tingkat analogi simbolik <a title="bahasa" href="http://sawali.info/category/bahasa/">bahasa</a> ekonomi?  (Karena itulah definisi ilmu pengetahuan dalam paradigma baru TQZ bukan kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur (sistematis), tetapi kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur (sistematis), membentuk kaitan terpadu dari kode (symbolic), satuan ukuran, struktur, teori dan <a title="hukum" href="http://sawali.info/tag/hukum/">hukum</a> yang rasional untuk tujuan tertentu. Untuk ilmu pengetahuan <a title="sosial" href="http://sawali.info/category/refleksi/sosial/">sosial</a> paradigma milenium ketiga telah saya tetapkan International Code of Nomenclature TQO Employee fungsinya Operation dengan kode O, TQC Supervisor (Control-C), TQS Manager (Service – S), TQI Senior Manager (Information – I) dan Director (Touch – T)).</p>
<p>Jadi, para ilmuwan <a title="sosial" href="http://sawali.info/category/refleksi/sosial/">sosial</a>, sebenarnya sudah tahu sosiologi yang dipegang selama ini tidak layak disebut sebagai ilmu pengetahuan, meski belum tahu pemecahannya. Lantas, apa pentingnya solusi re-imagining sociology sekarang? Sangat pasti, salah satu cara memahami masyarakat untuk mengatasi krisis dunia (negara, bangsa, daerah, <a title="organisasi" href="http://sawali.info/tag/organisasi/">organisasi</a>, usaha dan pribadi) yang semakin kompleks dan buntu selama ini. Dan, bagi lembaga penelitian dan pendidikan baik <a title="organisasi" href="http://sawali.info/tag/organisasi/">organisasi</a> dan pribadi harus proaktif berbenah. Adalah fatal dan picik mengajarkan (ilmu) pengetahuan yang (kalau) sudah diketahui kadaluarsa dan salah, di berbagai universitas dan <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a>. Dunia (di berbagai belahan) sudah berubah.  </p>
<p>KALAU teori saya terbukti benar, Jerman akan mengakui saya sebagai seorang Jerman dan Prancis menyatakan saya sebagai warga negara dunia. Tetapi kalau salah, Prancis akan menyebut saya seorang Jerman, dan Jerman menyatakan saya seorang Yahudi (Albert Einstein).</p>
<p>BAGAIMANA strategi Anda?</p>
<p>*) Qinimain Zain – Scientist &amp; Strategist, tinggal di Banjarbaru – Kalsel, e-mail: <a target="_blank" href="mailto:tqz_strategist@yahoo.co.id">tqz_strategist@yahoo.co.id</a> (www.scientist-strategist.blogspot.com)</p>
<p>Qinimain Zains last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href="http://scientist-strategist.blogspot.com/2007/10/strategi-revolusi_803.html" rel="nofollow">Strategi  (R)Evolusi Sistem Ilmu Pengetahuan (+)</a></p>
<blockquote><p>
wah, makasih banget postingannya, pak <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' />  </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: E-Learning dan Etika Pemanfaatan Media &#124; Catatan Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-5230</link>
		<dc:creator>E-Learning dan Etika Pemanfaatan Media &#124; Catatan Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 18:45:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-5230</guid>
		<description>[...] pada hari Sabtu, 14 Juli 2007 di sini. Setelah pindah domain, tulisan tersebut juga saya publish di sini. Berikut ini beberapa [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] pada hari Sabtu, 14 Juli 2007 di sini. Setelah pindah <a title="domain" href="http://sawali.info/tag/domain/">domain</a>, tulisan tersebut juga saya publish di sini. Berikut ini beberapa [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tri Riyati SMK "GP" Sumpiuh</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-1011</link>
		<dc:creator>Tri Riyati SMK "GP" Sumpiuh</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 04:51:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-1011</guid>
		<description>Kalau guru hanyanya dipandang sebelah mata, kasihan dong Guru Cantik atau Guru Gantengnya dianggurin, melihat hal indah itu kan termasuk ibadah! he, he ...... :smile:

&lt;em&gt;Tri Riyati SMK &quot;GP&quot; Sumpiuh&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://vigi3rp.wordpress.com/2008/01/08/workshop/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Workshop&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> hanyanya dipandang sebelah mata, kasihan dong <a title="Guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">Guru</a> Cantik atau <a title="Guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">Guru</a> Gantengnya dianggurin, melihat hal indah itu kan termasuk ibadah! he, he &#8230;&#8230; <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Tri Riyati SMK &#8220;GP&#8221; Sumpiuh&#8217;s last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href='http://vigi3rp.wordpress.com/2008/01/08/workshop/' rel="nofollow">Workshop</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Salafudin</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-993</link>
		<dc:creator>Salafudin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 03:12:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-993</guid>
		<description>Name       : Salafudin
Unit Kerja : SMA Bruderan Purwokerto
Blog       : http://ragambudaya.blogspot.com
             http://almoghai.blog.com

&lt;em&gt;Salafudin&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://ragambudaya.blogspot.com/2008/01/mu-on-fa.html&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;MU on FA&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Name       : Salafudin<br />
Unit Kerja : SMA Bruderan Purwokerto<br />
<a target="_blank" title="Blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">Blog</a>       : <a href="http://ragambudaya.blogspot.com" rel="nofollow">http://ragambudaya.blogspot.com</a><br />
             <a target="_blank" href="http://almoghai.blog.com" rel="nofollow">http://almoghai.blog.com</a></p>
<p><em>Salafudin&#8217;s last <a target="_blank" title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href='http://ragambudaya.blogspot.com/2008/01/mu-on-fa.html' rel="nofollow">MU on FA</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-896</link>
		<dc:creator>Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 07:07:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-896</guid>
		<description>@ melly:
setuju banget mbak melly. untuk sebuah perubahan, perlu dimulai dari tindakan nyata setiap individu untuk selanjutnya sharing sehingga menular kepada yang lain.

&lt;em&gt;Sawali Tuhusetya&#039;s last blog post..&lt;a href=&#039;http://sawali.info/2008/01/05/pindah-rumah-pada-awal-tahun/&#039; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Pindah Rumah pada Awal Tahun&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ melly:<br />
setuju banget mbak melly. untuk sebuah perubahan, perlu dimulai dari tindakan nyata setiap individu untuk selanjutnya sharing sehingga menular kepada yang lain.</p>
<p><em><a title="Sawali Tuhusetya" href="http://sawali.info/tag/sawali-tuhusetya/">Sawali Tuhusetya</a>&#8217;s last <a title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> post..<a href='http://sawali.info/2008/01/05/pindah-rumah-pada-awal-tahun/' rel="nofollow">Pindah Rumah pada Awal Tahun</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: melly</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-892</link>
		<dc:creator>melly</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 04:51:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/2008/01/04/perubahan-paradigma-pendidikan/#comment-892</guid>
		<description>Saya setuju banget dengan kondisi real yang terjadi. Tapi jujur saja   saya kog  rasanya pesimis untuk  merubah hal yang terlalu besar, makanya  saya pikir  lebih baik kita sebagai orang tua yang tentunya sebagai anggota masyarakat memulai dari  diri kita masing masing terlebih dahulu, pengaruhi orang sekitar dengan tindakan  nyata kita saya rasa kita tidak akan menghadapi kekecewaan yang lebih besar. Saya rasa   mungkin Bapak bisa  menggunakan kapasitas Bapak untuk influence  orang orang disekitar dulu sebelum kita tua mengharapkan sebuah perubahan. He he he</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju banget dengan kondisi real yang terjadi. Tapi jujur saja   saya kog  rasanya pesimis untuk  merubah hal yang terlalu besar, makanya  saya pikir  lebih baik kita sebagai orang tua yang tentunya sebagai anggota masyarakat memulai dari  diri kita masing masing terlebih dahulu, pengaruhi orang sekitar dengan tindakan  nyata kita saya rasa kita tidak akan menghadapi kekecewaan yang lebih besar. Saya rasa   mungkin Bapak bisa  menggunakan kapasitas Bapak untuk influence  orang orang disekitar dulu sebelum kita tua mengharapkan sebuah perubahan. He he he</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

