<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: MENUNGGU LONCENG KEMATIAN</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/01/02/menunggu-lonceng-kematian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/01/02/menunggu-lonceng-kematian/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 08:24:02 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: areximut</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/02/menunggu-lonceng-kematian/#comment-74465</link>
		<dc:creator>areximut</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 23:44:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=54#comment-74465</guid>
		<description>walaupun tulisan lama tapi memang masih menjadi saksi sejarah carut-marutnya pendidikan :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>walaupun tulisan lama tapi memang masih menjadi saksi <a title="sejarah" href="http://sawali.info/tag/sejarah/">sejarah</a> carut-marutnya pendidikan <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Trisni Andiyani, SS</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/02/menunggu-lonceng-kematian/#comment-10352</link>
		<dc:creator>Trisni Andiyani, SS</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 21:56:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=54#comment-10352</guid>
		<description>Pendidikan ala Barat punya kelebihan juga kekurangan. Salah satunya adalah pendidikan model pabrik. Ibarat yang diilustrasikan Dave Meier--seingat saya namanya begitu, bukunya masih dipinjam teman--bahwa terjadi teknik produksi massal pada pendidikan umum. Sekolah adalah jalur perakitan: dibuat berurutan; dikotak-kotakkan; distandarkan oleh kantor pusat; guru adalah penyelia produksi; birokrasi raksasa untuk mengontrol, mengukur &amp; mengelola. 
Kata Dave Meier, sekolah ibarat rumah tahanan. Para siswa berusaha untuk keluar dari penjara bernama &quot;sekolah&quot;. Para guru pun juga berjuang agar para &quot;tahanan sekolah&quot; segera menghirup udara bebas. Terjadilah berbagai kecurangan dalam ujian. 
Itulah lonceng kematian pendidikan kita. Pendidikan bukan menjadikan manusia beradab dan berakhlaq mulia. Namun mengajarkan para siswa untuk melakukan berbagai cara mencapai tujuan &quot;mulia&quot; dengan cara &quot;kotor&quot; adalah &quot;dosa yang bisa dimaafkan&quot;.
Persoalan untuk memajukan dunia pendidikan kita adalah pada masalah infrastruktur (teknologi, SDM, dan fasilitas). Terjadi ketimpangan di suatu daerah dengan daerah lainnya. Bila pemerintah menetapkan standar UN dengan patokan nilai yang bisa dilewati siswa sekolah dengan infrastruktur bagus, siswa dari sekolah infrastruktur kualitas rendah jelas tak mampu melewati. 
Itulah lonceng kematian pendidikan kita. Kelompok masyarakat yang terpinggirkan malah semakin tersingkirkan.
Sebaiknya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur.
Perbaikilah teknologi dan fasilitas pendidikan agar bisa menyemangati masyarakat akan pentingnya pendidikan. Gedung-gedung sekolah yang hampir ambruk harus diperbaiki. Sarana sekolah seperti laboratorium sekolah,  sarana olah raga, sanitasi umum, peribadatan, dsb harus diadakan. Fasilitas seperti ini tanggung jawab pemerintah. Bukan dibebankan pada orangtua dengan label &quot;uang gedung&quot;, &quot;uang bangku&quot;, dsb.
Pemerintah harus meningkatkan kualitas SDM. Sejahterakan para pendidik. Guru adalah stakeholder dalam sekolah. Bagaimana mungkin sekolah bisa mendapatkan guru berkualitas bila menjadi guru adalah profesi yang penuh kesengsaraan. Gaji kecil, masih &quot;disunat&quot; lagi. Bila guru tak sejahtera, tak ada lulusan SMA yang pandai mau masuk universitas kependidikan. Bila guru bukan jaminan hidup layak, tak ada sarjana berkualitas mau jadi guru. Sejahterakan para guru, termasuk para guru yang mengajar di daerah pelosok dan terpencil. Beri gaji mereka dua kali atau lebih yang mengajar di kota. Mana ada orang mau bekerja di tempat terpencil, penuh perjuangan fisik dan kesengsaraan finansial. Bila gurunya tak berkualitas, mana mungkin dunia pendidikan Indonesia jadi berkualitas.
Jadi, bukan standar nilai UN yang dinaikkan. Naikkan kualitas infrastruktur sekolah.  

Penulis &quot;Ice Lemon Tea for School&quot;

&lt;blockquote&gt;
wah, terima kasih banget mbak trisni tambahan informasinya. saya sangat sepakat dengan pernyataan mbak trisni. ada banyak persoalan pendidikan kita yang perlu dibenahi di berbagai sektor, mulai dari suprastruktur maupun infrastrukturnya. :roll: sekali lagi terima kasih atas sharing infonya, mbak :idea: &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan ala Barat punya kelebihan juga kekurangan. Salah satunya adalah pendidikan model pabrik. Ibarat yang diilustrasikan Dave Meier&#8211;seingat saya namanya begitu, bukunya masih dipinjam teman&#8211;bahwa terjadi teknik produksi massal pada pendidikan umum. <a title="Sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">Sekolah</a> adalah jalur perakitan: dibuat berurutan; dikotak-kotakkan; distandarkan oleh kantor pusat; <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> adalah penyelia produksi; <a title="birokrasi" href="http://sawali.info/tag/birokrasi/">birokrasi</a> raksasa untuk mengontrol, mengukur &amp; mengelola.<br />
Kata Dave Meier, <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> ibarat rumah tahanan. Para <a title="siswa" href="http://sawali.info/tag/siswa/">siswa</a> berusaha untuk keluar dari <a title="penjara" href="http://sawali.info/2007/12/16/penjara/">penjara</a> bernama &#8220;<a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a>&#8221;. Para <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> pun juga berjuang agar para &#8220;tahanan <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a>&#8221; segera menghirup udara bebas. Terjadilah berbagai kecurangan dalam ujian.<br />
Itulah lonceng <a title="kematian" href="http://sawali.info/tag/kematian/">kematian</a> pendidikan kita. Pendidikan bukan menjadikan manusia beradab dan berakhlaq mulia. Namun mengajarkan para <a title="siswa" href="http://sawali.info/tag/siswa/">siswa</a> untuk melakukan berbagai cara mencapai tujuan &#8220;mulia&#8221; dengan cara &#8220;kotor&#8221; adalah &#8220;dosa yang bisa dimaafkan&#8221;.<br />
Persoalan untuk memajukan <a title="dunia pendidikan" href="http://sawali.info/tag/dunia-pendidikan/">dunia pendidikan</a> kita adalah pada masalah infrastruktur (teknologi, SDM, dan fasilitas). Terjadi ketimpangan di suatu daerah dengan daerah lainnya. Bila pemerintah menetapkan standar UN dengan patokan nilai yang bisa dilewati <a title="siswa" href="http://sawali.info/tag/siswa/">siswa</a> <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> dengan infrastruktur bagus, <a title="siswa" href="http://sawali.info/tag/siswa/">siswa</a> dari <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> infrastruktur kualitas rendah jelas tak mampu melewati.<br />
Itulah lonceng <a title="kematian" href="http://sawali.info/tag/kematian/">kematian</a> pendidikan kita. Kelompok masyarakat yang terpinggirkan malah semakin tersingkirkan.<br />
Sebaiknya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur.<br />
Perbaikilah teknologi dan fasilitas pendidikan agar bisa menyemangati masyarakat akan pentingnya pendidikan. Gedung-gedung <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> yang hampir ambruk harus diperbaiki. Sarana <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> seperti laboratorium <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a>,  sarana olah raga, sanitasi umum, peribadatan, dsb harus diadakan. Fasilitas seperti ini tanggung jawab pemerintah. Bukan dibebankan pada orangtua dengan label &#8220;uang gedung&#8221;, &#8220;uang bangku&#8221;, dsb.<br />
Pemerintah harus meningkatkan kualitas SDM. Sejahterakan para <a title="pendidik" href="http://sawali.info/tag/pendidik/">pendidik</a>. <a title="Guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">Guru</a> adalah stakeholder dalam <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a>. Bagaimana mungkin <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a> bisa mendapatkan <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> berkualitas bila menjadi <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> adalah profesi yang penuh kesengsaraan. Gaji kecil, masih &#8220;disunat&#8221; lagi. Bila <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> tak sejahtera, tak ada lulusan SMA yang pandai mau masuk universitas kependidikan. Bila <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> bukan jaminan hidup layak, tak ada sarjana berkualitas mau jadi <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a>. Sejahterakan para <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a>, termasuk para <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> yang <a title="mengajar" href="http://sawali.info/tag/mengajar/">mengajar</a> di daerah pelosok dan terpencil. Beri gaji mereka dua kali atau lebih yang <a title="mengajar" href="http://sawali.info/tag/mengajar/">mengajar</a> di kota. Mana ada orang mau bekerja di tempat terpencil, penuh perjuangan fisik dan kesengsaraan finansial. Bila gurunya tak berkualitas, mana mungkin <a title="dunia pendidikan" href="http://sawali.info/tag/dunia-pendidikan/">dunia pendidikan</a> Indonesia jadi berkualitas.<br />
Jadi, bukan standar nilai UN yang dinaikkan. Naikkan kualitas infrastruktur <a title="sekolah" href="http://sawali.info/tag/sekolah/">sekolah</a>.  </p>
<p><a title="Penulis" href="http://sawali.info/tag/penulis/">Penulis</a> &#8220;Ice Lemon Tea for School&#8221;</p>
<blockquote><p>
wah, terima kasih banget mbak trisni tambahan informasinya. saya sangat sepakat dengan pernyataan mbak trisni. ada banyak persoalan pendidikan kita yang perlu dibenahi di berbagai sektor, mulai dari suprastruktur maupun infrastrukturnya. <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' />  sekali lagi terima kasih atas sharing infonya, mbak <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' />  </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Petani Internet</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/02/menunggu-lonceng-kematian/#comment-5314</link>
		<dc:creator>Petani Internet</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 13:32:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=54#comment-5314</guid>
		<description>Oh saya pikir ada yang mau mati.
Terus pamit...
Wah maaf pak. Ternyata masalah pendidikan, bapak sangat paham betul

Salam sukses

&lt;blockquote&gt;
bener, pak sumintar, hehehehe :lol: lagian ini tulisan dah lama banget, kok, hiks :smile:&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Oh saya pikir ada yang mau mati.<br />
Terus pamit&#8230;<br />
Wah maaf pak. Ternyata masalah pendidikan, bapak sangat paham betul</p>
<p>Salam sukses</p>
<blockquote><p>
bener, pak sumintar, hehehehe <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  lagian ini tulisan dah lama banget, kok, hiks <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

