<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Sang Pembunuh</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2008/01/01/sang-pembunuh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2008/01/01/sang-pembunuh/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 08:00:51 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Kehidupan "Wong Cilik" dalam Teks Cerpen &#124; Catatan Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2008/01/01/sang-pembunuh/comment-page-1/#comment-2492</link>
		<dc:creator>Kehidupan "Wong Cilik" dalam Teks Cerpen &#124; Catatan Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 16:47:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=80#comment-2492</guid>
		<description>[...] “Sang Pembunuh” bertutur tentang tokoh “aku” yang menjadi korban Juragan Karta beserta antek-aneknya. Masalah ganti rugi tanah yang dinilai tidak sepadan menjadi fokus kisah ini. Tokoh “aku” yang tidak mau menerima ganti rugi dari Juragan Karta &#8211;yang selalu berkoar-koar ingin memajukan kampung&#8211; justru kena fitnah. Dia dinyatakan bersalah karena membunuh temannya sendiri, Karjo. Akhirnya dia harus mendekam di penjara. Setelah terbebas, dia pun kembali ke kampung halaman. Namun, ternyata, Narti istrinya, telah menjadi istri muda Juragan Karta. Tokoh “aku” pun tak sanggup memendam amarah. Dengan darah mendidih, dia melabrak Juragan Karta dan membunuhnya. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] “<a title="Sang Pembunuh" href="http://sawali.info/2008/01/01/sang-pembunuh/">Sang Pembunuh</a>” bertutur tentang tokoh “aku” yang menjadi korban Juragan Karta beserta antek-aneknya. Masalah ganti rugi tanah yang dinilai tidak sepadan menjadi fokus kisah ini. Tokoh “aku” yang tidak mau menerima ganti rugi dari Juragan Karta &#8211;yang selalu berkoar-koar ingin memajukan kampung&#8211; justru kena fitnah. Dia dinyatakan bersalah karena membunuh temannya sendiri, Karjo. Akhirnya dia harus mendekam di <a title="penjara" href="http://sawali.info/2007/12/16/penjara/">penjara</a>. Setelah terbebas, dia pun kembali ke kampung halaman. Namun, ternyata, Narti istrinya, telah menjadi istri muda Juragan Karta. Tokoh “aku” pun tak sanggup memendam amarah. Dengan darah mendidih, dia melabrak Juragan Karta dan membunuhnya. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

