This blog is NOFOLLOW Free!

Sertifikasi Guru, Sebuah “Indonesia” yang Tertinggal

Ditulis oleh: Sawali Tuhusetya | Sunday, 11 November 2007 | 243 pembaca | 13 komentar | Feed

Ketika pemerintah meluncurkan UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD), angin segar berhembus di ruang-ruang guru dan dosen. Pasalnya, mereka akan mendapatkan penghasilan yang “menggiurkan”. Pemerintah akan memberikan tunjangan profesi yang setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah atau pemerintah daerah pada tingkat, masa [...]

Kategori: Refleksi

Membudayakan Aktivitas Ngeblog di Kalangan Guru

Ditulis oleh: Sawali Tuhusetya | Sunday, 11 November 2007 | 258 pembaca | 22 komentar | Feed

Selama dua hari (Sabtu dan Minggu, 10-11 November 2007), saya didaulat untuk mendampingi rekan-rekan sejawat guru dalam pelatihan KKG (Kelompok Kerja Guru SD) dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran SMP/SMA) berbasis ICT yang digelar oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah di Semarang. Dalam pelatihan itu, saya ketiban sampur untuk menyampaikan materi “Pengenalan dan [...]

Kategori: Opini, Refleksi

Kang Panut

Ditulis oleh: Sawali Tuhusetya | Wednesday, 7 November 2007 | 27 pembaca | 1 komentar | Feed

Nada tangis pilu memecah perkampungan, mengiris atap-atap rumah, mengusik mimpi-mimpi yang membadai di layar bawah sadar para penduduk. Fajar baru saja menggeliat dari kepungan malam yang busuk. Sambil mengucak-ucak pelupuk mata, beberapa penduduk berjingkat dari pembaringan, menerobos pintu, menyibak kabut dingin.
“Ada yang meninggal, ya, Kang?” tanya seseorang.
“Mungkin!” sahut yang lain.
“Kira-kira siapa yang meninggal, ya, Kang?”

“Mana [...]

Kategori: Cerpen, Refleksi, Sastra

Teks Fiksi dan Kehadiran Dokumentator

Ditulis oleh: Sawali Tuhusetya | Tuesday, 6 November 2007 | 22 pembaca | 1 komentar | Feed

Paling tidak dalam paro dekade terakhir, muncul fenomena baru dalam jagad kesusastraan Indonesia mutakhir, yakni memburu legitimasi kesastrawanan melalui antologi. Seseorang baru layak disebut sastrawan apabila dari tangannya telah lahir sebuah antologi (baik puisi maupun cerpen). Sebaliknya, mereka yang belum memiliki antologi, meski sudah bertahun-tahun intens menggeluti dunia kesastraan, belum layak menyandang predikat sastrawan. Begitu [...]

  • Halaman 2 dari 3
  • <
  • 1
  • 2
  • 3
  • >
Kontak gmail