<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Jagal Abilawa</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2007/11/26/jagal-abilawa-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2007/11/26/jagal-abilawa-2/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 02:56:12 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Kehidupan "Wong Cilik" dalam Teks Cerpen &#124; Catatan Sawali Tuhusetya</title>
		<link>http://sawali.info/2007/11/26/jagal-abilawa-2/#comment-2493</link>
		<dc:creator>Kehidupan "Wong Cilik" dalam Teks Cerpen &#124; Catatan Sawali Tuhusetya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 16:51:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=281#comment-2493</guid>
		<description>[...] “Jagal Abilawa” bertutur tentang Sumi yang tengah hamil. Repotnya, dia nyidham tokoh dalam jagad pewayangan, Jagal Abilawa, salah satu kerabat Pendawa yang dikenal perkasa, tetapi baik hati. Anehnya, tokoh Jagal Abilawa yang diminta yang sudah berusia ratusan tahun. Tentu saja, permintaan itu dianggap hal yang mustahil bagi tokoh “aku”, sang suami. Sebagai suami yang baik, tokoh “aku” terus berupaya untuk mendapatkan permintaan istrinya, hingga akhirnya bertemulah dengan Ki Jantur Branjangan, seorang mantan dalang yang sudah tua. Setelah dipersembahkan kepada istrinya, bukan main senangnya. Hidup Sumi berubah. Dia tidak lagi memedulikan suaminya. Setiap hari hanya bercengkerama dengan Jagal Abilawa kesayangannya. Hingga akhirnya saat melahirkan, anak yang dilahirkan ternyata benar-benar seperti Jagal Abilawa yang sangat rakus menyedot air susunya. Sumi meninggal menjadi korban anak kandungnya sendiri. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[ <img src='http://sawali.info/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/trackback/wordpress.png' title='WordPress 2.3.3' class='' alt='WordPress 2.3.3' /> <a href='http://www.wordpress.org/' title='WordPress 2.3.3' rel='nofollow'>WordPress 2.3.3</a><p>[...] “Jagal Abilawa” bertutur tentang Sumi yang tengah hamil. Repotnya, dia nyidham tokoh dalam jagad pewayangan, Jagal Abilawa, salah satu kerabat Pendawa yang dikenal perkasa, tetapi baik hati. Anehnya, tokoh Jagal Abilawa yang diminta yang sudah berusia ratusan tahun. Tentu saja, permintaan itu dianggap hal yang mustahil bagi tokoh “aku”, sang suami. Sebagai suami yang baik, tokoh “aku” terus berupaya untuk mendapatkan permintaan istrinya, hingga akhirnya bertemulah dengan Ki Jantur Branjangan, seorang mantan dalang yang sudah tua. Setelah dipersembahkan kepada istrinya, bukan main senangnya. Hidup Sumi berubah. Dia tidak lagi memedulikan suaminya. Setiap hari hanya bercengkerama dengan Jagal Abilawa kesayangannya. Hingga akhirnya saat melahirkan, anak yang dilahirkan ternyata benar-benar seperti Jagal Abilawa yang sangat rakus menyedot air susunya. Sumi meninggal menjadi korban anak kandungnya sendiri. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
