<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: “Bunuhlah Imajinasiku dengan Puisiku!”</title>
	<atom:link href="http://sawali.info/2007/08/12/bunuhlah-imajinasiku-dengan-puisiku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sawali.info/2007/08/12/bunuhlah-imajinasiku-dengan-puisiku/</link>
	<description>Tentang Dunia Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 08:24:02 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: hatinurani21</title>
		<link>http://sawali.info/2007/08/12/bunuhlah-imajinasiku-dengan-puisiku/#comment-163</link>
		<dc:creator>hatinurani21</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2007 11:10:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=171#comment-163</guid>
		<description>Dogma-dogma yang ada di Al-Qur&#039;an sudah tidak berlaku lagi. Kita, orang Nusantara, tidak bisa menuruti perlakuan-perlakuan orang Arab waktu jaman Jahiliyah. Apalagi menuruti perlakuan-perlakuan yang sekarang tidak manusiawi dengan kedok Islam.

Contoh dogma-dogma yang keliru di Al-Qur&#039;an:

Soal poligami:

Umat muslim bilang wanita lebih banyak dari pada laki-laki. Hal ini sangat keliru. Di Cina, dengan politik anak tunggal, orang Cina memilih anak laki-laki, hamilan anak perempuan biasanya digugurkan. Akibatnya, saat ini cowok lebih banyak daripada cewek. Jadi Al-Qur&#039;an tidak berlaku di Cina. Jadi &quot;wahyu&quot; Tuhan yang di Al-Qur&#039;an itu hanya berlaku di Arab saja. Dinisi kebenaran wahyu bisa dipertanyakan.

Soal halal-haram makanan:

Umat muslim mengharamkan daging babi. Hal ini sangat keliru. Baru-baru ini telah ditemukan bahwa jantung dan paru-paru babi lebih mendekati jantung dan paru-paru manusia. Jantung atau paru-paru manusia yang sakit bisa diganti/dicangkok dengan jantung atau paru-paru babi. Ini adalah solusi yang ideal karena kelangkaan donor. Berarti Al-Qur&#039;an tidak berlaku lagi disini. Terus bagaimana dengan &quot;wahyu&quot; Tuhan. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.

Soal ke-najis-an binatang anjing:

Anjing adalah najis buat umat muslim. Hal ini sangat keliru karena anjing saat ini sangat membantu manusia, seperti: pelacakan narkoba dipakai oleh polisi duana, membantu menyelamatkan orang-orang yang masih hidup yang tertimbun oleh runtuhan bangunan akibat gempa bumi, menyelamatkan pendaki gunung yang ditimbun oleh longsoran salju, teman hidup dan pengantar orang buta, membantu peternak domba untuk mengembala ratusan domba di gunung-gunung, membantu menemukan pelaku kejahatan kriminal, menyelamatkan pemilik anjing yang sendirian yang korban kecelakan di rumahnya sendiri (anjing terus-terusan menggonggong sehingga tetangga datang untuk menyelamatkan pemilik anjing tersebut), dan banyak lagi. Disini, Al-Qur&#039;an sama sekali tidak berlaku. Terus bagaimana dengan &quot;wahyu&quot; Tuhan yang ada di Al-Qur&#039;an. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.

Dan banyak lagi dogma-dogma lainnya yang keliru yang kita dapatkan di Al-Qur&#039;an.

Sebagai kesimpulan, kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
- Melihat dogma-dogma yang ada di Al-Qur&#039;an sudah tidak berlaku lagi, apakah Islam agama universal?
-  Haruskan kita, orang Nusantara, meniru perlakuan-perlakuan orang Arab waktu jaman Jahiliyah?
- Haruskah kita, orang Nusantara, menuruti perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi sekarang dengan kedok Islam?

---------------
Terima kasih atas respon dan tanggapannya. Ya, Menurut saya Islam adalah agama yang dinamis dan bergerak sesuai dengan peradaban umat-Nya. Khusus tentang puisi &quot;Malaikat&quot; dalam penafsiran saya, Saeful tak bermaksud untuk mematahkan &quot;dogma&quot; tentang Malaikat tetapi penasfsiran dia tentang beberapa kelompok orang yang selama ini dinilai berlagak dan suci seperti Malaikat. Tentang dogma lain, wah, tampaknya akan lebih menarik jika didiskusikan dengan para pakar agama. Dalam hal ini, saya hanyalah seorang penulis yang kebetulan mengelola blog. Jadi, tidak memiliki kapasitas untuk menjawab runtuhnya berbagai dogma dalam al_Quran itu. Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dogma-dogma yang ada di Al-Qur&#8217;an sudah tidak berlaku lagi. Kita, orang Nusantara, tidak bisa menuruti perlakuan-perlakuan orang Arab waktu jaman Jahiliyah. Apalagi menuruti perlakuan-perlakuan yang sekarang tidak manusiawi dengan kedok Islam.</p>
<p>Contoh dogma-dogma yang keliru di Al-Qur&#8217;an:</p>
<p>Soal poligami:</p>
<p>Umat muslim bilang wanita lebih banyak dari pada laki-laki. Hal ini sangat keliru. Di Cina, dengan <a title="politik" href="http://sawali.info/category/refleksi/politik/">politik</a> anak tunggal, orang Cina memilih anak laki-laki, hamilan anak <a title="perempuan" href="http://sawali.info/tag/perempuan/">perempuan</a> biasanya digugurkan. Akibatnya, saat ini cowok lebih banyak daripada cewek. Jadi Al-Qur&#8217;an tidak berlaku di Cina. Jadi &#8220;wahyu&#8221; Tuhan yang di Al-Qur&#8217;an itu hanya berlaku di Arab saja. Dinisi kebenaran wahyu bisa dipertanyakan.</p>
<p>Soal halal-haram makanan:</p>
<p>Umat muslim mengharamkan daging babi. Hal ini sangat keliru. Baru-baru ini telah ditemukan bahwa jantung dan paru-paru babi lebih mendekati jantung dan paru-paru manusia. Jantung atau paru-paru manusia yang sakit bisa diganti/dicangkok dengan jantung atau paru-paru babi. Ini adalah solusi yang ideal karena kelangkaan donor. Berarti Al-Qur&#8217;an tidak berlaku lagi disini. Terus bagaimana dengan &#8220;wahyu&#8221; Tuhan. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.</p>
<p>Soal ke-najis-an binatang anjing:</p>
<p>Anjing adalah najis buat umat muslim. Hal ini sangat keliru karena anjing saat ini sangat membantu manusia, seperti: pelacakan narkoba dipakai oleh polisi duana, membantu menyelamatkan orang-orang yang masih hidup yang tertimbun oleh runtuhan bangunan akibat gempa bumi, menyelamatkan pendaki gunung yang ditimbun oleh longsoran salju, teman hidup dan pengantar orang buta, membantu peternak domba untuk mengembala ratusan domba di gunung-gunung, membantu menemukan pelaku kejahatan kriminal, menyelamatkan pemilik anjing yang sendirian yang korban kecelakan di rumahnya sendiri (anjing terus-terusan menggonggong sehingga tetangga datang untuk menyelamatkan pemilik anjing tersebut), dan banyak lagi. Disini, Al-Qur&#8217;an sama sekali tidak berlaku. Terus bagaimana dengan &#8220;wahyu&#8221; Tuhan yang ada di Al-Qur&#8217;an. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.</p>
<p>Dan banyak lagi dogma-dogma lainnya yang keliru yang kita dapatkan di Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Sebagai kesimpulan, kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:<br />
- Melihat dogma-dogma yang ada di Al-Qur&#8217;an sudah tidak berlaku lagi, apakah Islam agama universal?<br />
-  Haruskan kita, orang Nusantara, meniru perlakuan-perlakuan orang Arab waktu jaman Jahiliyah?<br />
- Haruskah kita, orang Nusantara, menuruti perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi sekarang dengan kedok Islam?</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Terima kasih atas respon dan tanggapannya. Ya, Menurut saya Islam adalah agama yang dinamis dan bergerak sesuai dengan peradaban umat-Nya. Khusus tentang <a title="puisi" href="http://sawali.info/tag/puisi/">puisi</a> &#8220;Malaikat&#8221; dalam penafsiran saya, Saeful tak bermaksud untuk mematahkan &#8220;dogma&#8221; tentang Malaikat tetapi penasfsiran dia tentang beberapa kelompok orang yang selama ini dinilai berlagak dan suci seperti Malaikat. Tentang dogma lain, wah, tampaknya akan lebih menarik jika didiskusikan dengan para pakar agama. Dalam hal ini, saya hanyalah seorang <a title="penulis" href="http://sawali.info/tag/penulis/">penulis</a> yang kebetulan mengelola <a title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a>. Jadi, tidak memiliki kapasitas untuk menjawab runtuhnya berbagai dogma dalam al_Quran itu. Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: B Ali</title>
		<link>http://sawali.info/2007/08/12/bunuhlah-imajinasiku-dengan-puisiku/#comment-162</link>
		<dc:creator>B Ali</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 12:29:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=171#comment-162</guid>
		<description>Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

Tetapi, di dalam Al-Qur&#039;an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

Al-Qur&#039;an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10, 25 atau bahkan 1000? Dalam hal ini, wanita tidak lagi dianggap sebagai manusia, tapi sebagai benda terhitung dalam satuan, bijian, 2, 3, 4 atau berapa saja. Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur&#039;an. Karena semua yang di Al-Qur&#039;an dianggap sebagai kebenaran mutlak (wahyu Tuhan), maka umat muslim hanya menurutinya saja tanpa menggunakan nalar.

Sedangkan, tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi Al-Qur’an betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung Al-Qur’an itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?

Saat ini, banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur&#039;an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur&#039;an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Disamping itu, pemuka muslim atau siapa saja yang coba-coba memberi tafsiran yang lebih manusiawi tentang Al-Qur&#039;an pasti mendapatkan ancaman terhadap keselamatan fisiknya.

Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?

------------------
Trim&#039;s Bung komentarnya. Catatan Bung Ali akan makin memperkuat keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah mengajari umat-Nya untuk melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?<br />
Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.</p>
<p>Tetapi, di dalam Al-Qur&#8217;an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: <a title="kekerasan" href="http://sawali.info/tag/kekerasan/">kekerasan</a>, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma <a title="kehidupan" href="http://sawali.info/tag/kehidupan/">kehidupan</a> masyarakat modern.</p>
<p>Al-Qur&#8217;an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10, 25 atau bahkan 1000? Dalam hal ini, wanita tidak lagi dianggap sebagai manusia, tapi sebagai benda terhitung dalam satuan, bijian, 2, 3, 4 atau berapa saja. Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur&#8217;an. Karena semua yang di Al-Qur&#8217;an dianggap sebagai kebenaran mutlak (wahyu Tuhan), maka umat muslim hanya menurutinya saja tanpa menggunakan nalar.</p>
<p>Sedangkan, tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi Al-Qur’an betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung Al-Qur’an itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-<a title="nilai kemanusiaan" href="http://sawali.info/tag/nilai-kemanusiaan/">nilai kemanusiaan</a>, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan <a title="kekerasan" href="http://sawali.info/tag/kekerasan/">kekerasan</a>?</p>
<p>Saat ini, banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur&#8217;an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Disamping itu, pemuka muslim atau siapa saja yang coba-coba memberi tafsiran yang lebih manusiawi tentang Al-Qur&#8217;an pasti mendapatkan <a title="ancaman" href="http://sawali.info/2007/07/12/ancaman/">ancaman</a> terhadap keselamatan fisiknya.</p>
<p>Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara <a title="spiritual" href="http://sawali.info/tag/spiritual/">spiritual</a>? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber <a title="kekerasan" href="http://sawali.info/tag/kekerasan/">kekerasan</a> sepanjang massa?</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Trim&#8217;s Bung komentarnya. Catatan Bung Ali akan makin memperkuat keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah mengajari umat-Nya untuk melakukan <a title="kekerasan" href="http://sawali.info/tag/kekerasan/">kekerasan</a> dalam bentuk apa pun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: irham</title>
		<link>http://sawali.info/2007/08/12/bunuhlah-imajinasiku-dengan-puisiku/#comment-161</link>
		<dc:creator>irham</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Aug 2007 12:38:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=171#comment-161</guid>
		<description>singkat. jelas. padat. begitulah fenomena bangsa kita, yang suka banget ngotot sama hal-hal yang gak substantif. norak!! mendingan umat islam &quot;marah&quot; pada kemiskinan dan ketidakadilan. dan buat kang saeful. keep on move!!!!! BUAT SEMUA SASTRAWAN DAN BUDAYAWAN... BUAT LAGI KARYA KAYAK GINI... BIAR TAHU KITA SUDAH MUAK PADA KEMUNAFIKAN!!!! 
 
---------------------- 
Setuju banget, Bung! </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>singkat. jelas. padat. begitulah fenomena bangsa kita, yang suka banget ngotot sama hal-hal yang gak substantif. norak!! mendingan umat islam &quot;marah&quot; pada <a title="kemiskinan" href="http://sawali.info/tag/kemiskinan/">kemiskinan</a> dan ketidakadilan. dan buat kang saeful. keep on move!!!!! BUAT SEMUA <a title="SASTRAWAN" href="http://sawali.info/tag/sastrawan/">SASTRAWAN</a> DAN BUDAYAWAN&#8230; BUAT LAGI KARYA KAYAK GINI&#8230; BIAR TAHU KITA SUDAH MUAK PADA KEMUNAFIKAN!!!! </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Setuju banget, Bung!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aris Kurniawan</title>
		<link>http://sawali.info/2007/08/12/bunuhlah-imajinasiku-dengan-puisiku/#comment-160</link>
		<dc:creator>Aris Kurniawan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 15:18:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=171#comment-160</guid>
		<description>Maafkan saya kang Saeful, baru malam ini tahu kericuhan &quot;Malaikat&quot;. Tentu saya mendukung akang. Dan bisa mengerti jika akang kemudian bersedia menandatangani pernyataan salah telah menulis puisi tersebut. saya paham....
sebab mereka, orang-orang pemuja &#039;malaikat&#039; itu bisa berbuat lebih buas dan brutal lagi...tapi mari kita maafkan mereka. mereka berbuat begitu karena mereka tidak tahu...kita yang tahu mari luruskan jalan mereka yang tersesat.

----------------
Dukungan moral buat Saeful terus mengalir, Bung. Semoga dia bisa bersabar dan tidak mengurung diri di kamar terus2an seperti yang dikabarkan sahabat dari sanggar sastra tasik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maafkan saya kang Saeful, baru malam ini tahu kericuhan &#8220;Malaikat&#8221;. Tentu saya mendukung akang. Dan bisa mengerti jika akang kemudian bersedia menandatangani pernyataan salah telah menulis <a title="puisi" href="http://sawali.info/tag/puisi/">puisi</a> tersebut. saya paham&#8230;.<br />
sebab mereka, orang-orang pemuja &#8216;malaikat&#8217; itu bisa berbuat lebih buas dan brutal lagi&#8230;tapi mari kita maafkan mereka. mereka berbuat begitu karena mereka tidak tahu&#8230;kita yang tahu mari luruskan jalan mereka yang tersesat.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Dukungan <a title="moral" href="http://sawali.info/tag/moral/">moral</a> buat Saeful terus mengalir, Bung. Semoga dia bisa bersabar dan tidak mengurung diri di kamar terus2an seperti yang dikabarkan sahabat dari sanggar <a title="sastra" href="http://sawali.info/category/sastra/">sastra</a> tasik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: awaloeddin devie</title>
		<link>http://sawali.info/2007/08/12/bunuhlah-imajinasiku-dengan-puisiku/#comment-159</link>
		<dc:creator>awaloeddin devie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 12:42:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=171#comment-159</guid>
		<description>tuh orang DDII belum pernah baca Rhubaiyat&#039;nya Omar Kayam kelihatannya. :D 
 
------------ 
Betul kali yeee. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tuh orang DDII belum pernah baca Rhubaiyat&#039;nya Omar Kayam kelihatannya. <img src='http://sawali.info/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Betul kali yeee.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: deking</title>
		<link>http://sawali.info/2007/08/12/bunuhlah-imajinasiku-dengan-puisiku/#comment-158</link>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Aug 2007 03:26:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=171#comment-158</guid>
		<description>Ralat... 
Maksud saya &quot;kok jadi nyasar ke filsafat&quot; ...bukannya &quot;kok jadi nyasar ke filosofis&quot; 
 
Maklum komentar di tempat guru bahasa maka saya harus berhati2 hehehe 
 
BTW Grobogan ya Pak? 
Saya dulu beberapa kali main ke daerah tetangga Bapak, yaitu di Kunduran-Blora (lebih tepatnya di desa Ngawen Ombo) 
 
----------------- 
Oh, saya kira dalam dunia blog kok nggak ada diskriminasi ini guru apa ini guru apa, he-he-he. Saya makasih banget telah disambangi Pak Deking. Tenyata kita kan tetanggaan, ya, Pak? Banjarnegara dan Kendal nggak jauh2 amat. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ralat&#8230;<br />
Maksud saya &quot;kok jadi nyasar ke <a title="filsafat" href="http://sawali.info/tag/filsafat/">filsafat</a>&quot; &#8230;bukannya &quot;kok jadi nyasar ke filosofis&quot; </p>
<p>Maklum <a title="komentar" href="http://sawali.info/tag/komentar/">komentar</a> di tempat <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> <a title="bahasa" href="http://sawali.info/category/bahasa/">bahasa</a> maka saya harus berhati2 hehehe </p>
<p>BTW Grobogan ya Pak?<br />
Saya dulu beberapa kali main ke daerah tetangga Bapak, yaitu di Kunduran-Blora (lebih tepatnya di desa Ngawen Ombo) </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Oh, saya kira dalam dunia <a title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> kok nggak ada diskriminasi ini <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> apa ini <a title="guru" href="http://sawali.info/tag/guru/">guru</a> apa, he-he-he. Saya makasih banget telah disambangi Pak Deking. Tenyata kita kan tetanggaan, ya, Pak? Banjarnegara dan <a title="Kendal" href="http://sawali.info/tag/kendal/">Kendal</a> nggak jauh2 amat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: deking</title>
		<link>http://sawali.info/2007/08/12/bunuhlah-imajinasiku-dengan-puisiku/#comment-157</link>
		<dc:creator>deking</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Aug 2007 20:24:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=171#comment-157</guid>
		<description>Saya merasa nothing&#039;s wrong ketika membaca puisi Malaikat itu
Sepertinya (menurut saya) pemberangusan itu berakar dari pemikiran sempit atas pemakaian kata &quot;malaikat&quot;
Lha dalam sehari-hari kita sering membaca &quot;malaikat kecilku&quot;...apakah irtu berarti tentang malaikat sang tangan kanan Tuhan yang berukuran kecil?
Tidak kan? &quot;Malaikat kecil&quot; seringkali digunakan untuk menggantikan &quot;anak-anakku&quot;

Mungkin pemberangus itu perlu belajar majas Pak...

Maaf Pak, bisakah saya mengatakan kalau kata &quot;malaikat&quot; dalam contoh saya tsb merupakan majas peyorasi?
Contoh saya sepertinya menyatakan adanya suatu penurunan derajat malaikat...dari malaikat yang awalnya merujuk pada makhluk yang tanpa dosa menjadi malaikat sebagai manusia yang sangat berpotensi melakukan dosa.

Ataukah malahan penggunaan kata &quot;malaikat&quot; itu menggunakan majas ameliorasi? Yaitu adanya kenaikan derajat dari malaikat sebagai malaikat menjadi penggunaan malaikat untuk manusia
Mengingat manusia katanya adalah makhluk paling mulia dimana malaikat pun bersujud pada manusia.

Eh kok jadi nyasar ke filosofis...

BTW maaf kalau majas yang saya sebutkan salah...maklum sejak SD nilai Bahasa Indonesia selalu menduduki peringkat menengah ke bawah di NEM saya

------------------
Bedah puisi yang bagus, horee!!! Puisi sebagai produk budaya (wuih!) itu bersifat muktitafsir (poliinterpretable). Dus, siapa pun berhak untuk menafsirkan dengan sudut pandangnya masing2. Di berbagai blog dah banyak ulasan tentang &quot;Malaikat&quot;-nya Saeful Badar. Dus, &quot;mailaikat&quot; dalam puisi itu seperti yang Pak Deking bilang nggak ada yang salah. Dia bisa diartikan sebagai peyorasi (maknanya lebih jelek) atau bahkan sebaliknya ameliorasi (maknanya menjadi lebih baik), bahkan bisa juga sebgaai simbol atau metafor. Yang salah itu kalau puisi &quot;Malaikat&quot; lantas ditafsirkan sebagai penghinaan terhadap agama sehingga &quot;diharamkan&quot; dan diberangus oleh kelompok tertentu yang menganggap dirinya paling suci dan paling bener. Dalam pemahaman saya, orang-orang yang menganggap diri paling suci dan paling bener sekaligus menganggap orang lain sebagai pendosa, itulah yang dimetaforkan Saeful sebagai &quot;malaikat&quot; itu. Akhirnya, jadi kebakaran jenggot, deh!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya merasa nothing&#8217;s wrong ketika membaca <a title="puisi" href="http://sawali.info/tag/puisi/">puisi</a> Malaikat itu<br />
Sepertinya (menurut saya) pemberangusan itu berakar dari pemikiran sempit atas pemakaian kata &#8220;malaikat&#8221;<br />
Lha dalam sehari-hari kita sering membaca &#8220;malaikat kecilku&#8221;&#8230;apakah irtu berarti tentang malaikat sang tangan kanan Tuhan yang berukuran kecil?<br />
Tidak kan? &#8220;Malaikat kecil&#8221; seringkali digunakan untuk menggantikan &#8220;anak-anakku&#8221;</p>
<p>Mungkin pemberangus itu perlu belajar majas Pak&#8230;</p>
<p>Maaf Pak, bisakah saya mengatakan kalau kata &#8220;malaikat&#8221; dalam contoh saya tsb merupakan majas peyorasi?<br />
Contoh saya sepertinya menyatakan adanya suatu penurunan derajat malaikat&#8230;dari malaikat yang awalnya merujuk pada makhluk yang tanpa dosa menjadi malaikat sebagai manusia yang sangat berpotensi melakukan dosa.</p>
<p>Ataukah malahan penggunaan kata &#8220;malaikat&#8221; itu menggunakan majas ameliorasi? Yaitu adanya kenaikan derajat dari malaikat sebagai malaikat menjadi penggunaan malaikat untuk manusia<br />
Mengingat manusia katanya adalah makhluk paling mulia dimana malaikat pun bersujud pada manusia.</p>
<p>Eh kok jadi nyasar ke filosofis&#8230;</p>
<p>BTW maaf kalau majas yang saya sebutkan salah&#8230;maklum sejak SD nilai <a title="Bahasa" href="http://sawali.info/category/bahasa/">Bahasa</a> Indonesia selalu menduduki peringkat menengah ke bawah di NEM saya</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Bedah <a title="puisi" href="http://sawali.info/tag/puisi/">puisi</a> yang bagus, horee!!! <a title="Puisi" href="http://sawali.info/tag/puisi/">Puisi</a> sebagai produk <a title="budaya" href="http://sawali.info/category/budaya/">budaya</a> (wuih!) itu bersifat muktitafsir (poliinterpretable). Dus, siapa pun berhak untuk menafsirkan dengan sudut pandangnya masing2. Di berbagai <a title="blog" href="http://sawali.info/category/tentang-blog/">blog</a> dah banyak ulasan tentang &#8220;Malaikat&#8221;-nya Saeful Badar. Dus, &#8220;mailaikat&#8221; dalam <a title="puisi" href="http://sawali.info/tag/puisi/">puisi</a> itu seperti yang Pak Deking bilang nggak ada yang salah. Dia bisa diartikan sebagai peyorasi (maknanya lebih jelek) atau bahkan sebaliknya ameliorasi (maknanya menjadi lebih baik), bahkan bisa juga sebgaai simbol atau metafor. Yang salah itu kalau <a title="puisi" href="http://sawali.info/tag/puisi/">puisi</a> &#8220;Malaikat&#8221; lantas ditafsirkan sebagai penghinaan terhadap agama sehingga &#8220;diharamkan&#8221; dan diberangus oleh kelompok tertentu yang menganggap dirinya paling suci dan paling bener. Dalam pemahaman saya, orang-orang yang menganggap diri paling suci dan paling bener sekaligus menganggap orang lain sebagai pendosa, itulah yang dimetaforkan Saeful sebagai &#8220;malaikat&#8221; itu. Akhirnya, jadi kebakaran jenggot, deh!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Malaikat Oh Malaikat &#171; RosenQueen Company</title>
		<link>http://sawali.info/2007/08/12/bunuhlah-imajinasiku-dengan-puisiku/#comment-156</link>
		<dc:creator>Malaikat Oh Malaikat &#171; RosenQueen Company</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 17:28:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=171#comment-156</guid>
		<description>[...] Pak Sawali [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Pak Sawali [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: setapakjalan</title>
		<link>http://sawali.info/2007/08/12/bunuhlah-imajinasiku-dengan-puisiku/#comment-155</link>
		<dc:creator>setapakjalan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 14:43:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=171#comment-155</guid>
		<description>sekalian silaturahmi, Mas... 
 
---------------- 
Ok, makasih kunjungannya. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sekalian <a title="silaturahmi" href="http://sawali.info/tag/silaturahmi/">silaturahmi</a>, Mas&#8230; </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Ok, makasih kunjungannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: CY</title>
		<link>http://sawali.info/2007/08/12/bunuhlah-imajinasiku-dengan-puisiku/#comment-154</link>
		<dc:creator>CY</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 14:35:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sawali.info/?p=171#comment-154</guid>
		<description>Kalo gw ga salah dengar/baca, bukankah bahkan malaikatpun harus tunduk pada manusia ciptaan Tuhan? Bener gak ya kalimat spt itu? 
 
dan kenapa yg protes2 itu ga berani protes/demo besar2an ke para koruptor? apa takut mati ya? takut diciduk diam2? Kalo Saeful Badar kan ga mungkin bisa ciduk mereka...., 
 
hmm... dasar pengecut.... 
 
-------------- 
Tepat sekali, Bung. Kenapa juga mereka justru lebih suka nguber-uber penyair yang nggak pernah menilap uang negara, ya? </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo gw ga salah dengar/baca, bukankah bahkan malaikatpun harus tunduk pada manusia ciptaan Tuhan? Bener gak ya kalimat spt itu? </p>
<p>dan kenapa yg protes2 itu ga berani protes/demo besar2an ke para koruptor? apa takut mati ya? takut diciduk diam2? Kalo Saeful Badar kan ga mungkin bisa ciduk mereka&#8230;., </p>
<p>hmm&#8230; dasar pengecut&#8230;. </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Tepat sekali, Bung. Kenapa juga mereka justru lebih suka nguber-uber <a title="penyair" href="http://sawali.info/tag/penyair/">penyair</a> yang nggak pernah menilap uang negara, ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

