Top

Jika Penyair Menjadi Seorang Narcisus

Sunday, 15 July 2007 | 21 pembaca | 0 komentar
Kategori: Sastra

TAMPAKNYA, Nurdien H. Kistanto benar-benar “berang” atas serangan kritik yang ditujukan kepada kumpulan pusinya Sajak Orang-Orang Desaku (SOOD). “Keberangan” Nurdien bisa dimaklumi lantaran sebagai penyair, ia butuh legitimasi, butuh dipahami cara dia berkesnian. Bukan caci-maki, apalagi hujatan yang menafikan nilai-nilai keberadaan manusiawi dalam memahami proses kretivitasnya. (Baca lanjutannya!)  Read More →

Tak Harus Bilang “Brengsek”

Sunday, 15 July 2007 | 54 pembaca | 1 komentar
Kategori: Sastra

(Catatan untuk Kusprihyanto Namma) Tulisan Kusprihyanto Namma di Suara Merdeka (21 April 1989) berjudul “Penerbitan Puisi, Sekadar Dokumentasi) menarik disimak. Menurut pewmahaman saya, minimal ada dua hal yang ingin digarisbwahinya. Pertama, sajak yang termuat di koran (sajak koran) terpola oleh selera media massa cetak sehingga penyair terjebak dalam sikap hipokrit (kepura-puraan). Denagn demikian, sajak bukan hasil penjelajahan proses kreativitas yang intens. (Baca lanjutannya!)  Read More →